Sekjen PBB Ajak Dunia Bantu Hentikan Israel Bombardir Gaza, Sudah 192 Warga Palestina Terbunuh

Senin, 17 Mei 2021 08:24 WIB

Share
Serangan Israel ke Jalur Gaza. (Andolu Agency/ist)
Serangan Israel ke Jalur Gaza. (Andolu Agency/ist)

GAZA, POSKOTA.CO.ID-- Memasuki hari ketujuh tentara Israel terus membombardir berbagai tempat di Jalur Gaza, Palestina, Minggu malam (16/5/2021) waktu setempat, sehingga menyebabkan kemusnahan yang meluas.

        Kementerian Kesehatan Palestina pada Ahad petang waktu setempat mengatakan, 192 orang Palestina telah terbunuh sejak permulaan pengeboman Israel, termasuk 58 kanak-kanak dan 34 wanita.

      Dalam laman Arabnews.com menyebutkan dalam serangan Minggu (16/5/2021), tentara Israel memusnahkan tiga kediaman - dua daripadanya adalah milik keluarga Al-Kulak dan satu lagi dari keluarga Abu Al-Auf.

      Gelombang dahsyat serangan Israel adalah pesawat tempur yang menargetkan Jalan Al-Wehda di pusat Bandara Gaza setelah tengah malam, dan membunuh 42 orang Palestina, termasuk 16 wanita dan 10 kanak-kanak, dan mencederakan sekitar 50 yang lain.

     Dalal Al-Kulk (33), dan anaknya yang berusia 2 tahun, terkena sasaran pengeboman tentara Israel. Dia tidak dapat berbicara setelah suaminya Mohammed dan tiga anak perempuannya terbunuh.

       Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyerukan dunia internasional untuk membantu menghentikan serangan Israel, karena berdampak kepada kemanusiaan.

       Guterres juga telah menyurati 15 anggota dewan keamanan PBB, bahwa konflik Israel-Palestina sangat mengerikan. 

Ia mengatakan, PBB secara aktif melibatkan semua pihak ke arah gencatan senjata.

      Duta Besar Israel di PBB, Gilad Erdan, mengatakan bahwa serangan Israel tanpa pandang bulu dengan sasaran Hamas. Erdan mengklaim tindakannya sesuai undang-undang Antara bangsa.

      China juga turut mengecam serangan Israel ke Gaza. "Kami minta Amerika Serikat (AS) untuk memikul tanggungjawabnya, mengambil kedudukan yang adil, dan bersama dengan sebagian besar masyarakat internasional mendukung Majelis Keamanan PBB dalam meredakan keadaan," kata Menteri Luar Negeri China, Wang Yi.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar