Menurut Komunikolog, Berapa Kali PPKM Diperpanjang Belum Ada Solusi Mendasar Tangano Covid-19

Rabu, 18 Agustus 2021 19:01 WIB

Share
Ilustrasi PPKM. (ist)
Ilustrasi PPKM. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Komunikolog Indonesia Emrus Sihombing berhipotesa dari aspek komunikasi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sulit tidak diperpanjang dan bisa jadi diperpenjang lagi.

"Saya berhipotesa dari aspek komunikasi, PPKM sulit tidak diperpanjang dan bisa jadi diperpenjang lagi, selama belum dilakukan strategi komunikasi yang mampu membangun Kesadaran, membentuk sikap dan merubah perilaku kolektif masyarakat taat ketat protokol kesehatan," kata dia, Rabu (18/8/2021).

Berapa kali pun pemerintah memperpanjang PPKM, menurut dia, tampak belum ada solusi mendasar tangani Covid-19 di tanah air.

"Ada solusi mendasar, manajemen komunikasi yang mampu menumbuhkan kesadaran, membentuk sikap  dan merubah perilaku  kolektif masyarakat menghadapi Covid-19 di hulu," katanya.

Sebelumnya, pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4 Jawa Bali dari 17-23 Agustus 2021.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut ada 8 kabupaten kota yang turun status dari level 4 ke level 3.

"Sehingga total yang masuk dalam level 3 dan 2 mencapai 61 kabupaten/kota," kata Luhut dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/8/2021).

Daftar wilayah tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2021. Sebanyak 8 wilayah yang turun dari level 4 ke level 3 yaitu Kota Cilegon (Banten), Kota Semarang, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Semarang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak (Jawa Tengah), dan terakhir Kabupaten Nganjuk (Jawa Timur).

Namun ada juga 4 wilayah yang naik dari level 3 ke level 4, yaitu Kabupaten Purbanlingga, Kabupaten Blora, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah). Sementara, semua wilayah di DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Bali tidak mengalami perubahan status. (rizal)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar