Teluk Jakarta Tercemar Limbah Paracetamol, Nelayan Muara Angke Jakarta Utara Tidak Tahu

Selasa, 5 Oktober 2021 22:19 WIB

Share
Bada (54), nelayan di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. (poskota.co.id/yono)
Bada (54), nelayan di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. (poskota.co.id/yono)

PENJARINGAN, POSKOTA.CO.ID - Nelayan di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara tidak mengetahui terkait berita yang menyebutkan perairan Teluk Jakarta tercemar limbah paracetamol.

Selain tak tahu, nelayan juga tidak terlalu mempedulikan apa itu limbah Paracetamol.

Menurut nelayan, biarlah urusan paracetamol dikelola oleh pihak yang bertanggungjawab.

Sementara nelayan hanya fokus mencari ikan untuk menghidupi keluarganya.

Saat ini, hasil tangkapan ikan para nelayan di Muara Angke sedang merosot selama seminggu terakhir.

Merosotnya hasil tangkapan ikan diketahui oleh nelayan dikarenakan faktor cuaca, bukan karena limbah paracetamol.

"Enggak tahu apa itu paracetamol. Kalau ikan lagi turun cuma ada cuacanya. Mungkin lebih ngerti," ujar Bada (54), salah satu nelayan di Muara Angke, Selasa (5/10/2021).

Bada mengatakan, penurunan hasil melalui merosot hingga sekitar 90 persen dalam sepekan terakhir.

Biasanya, kata Bada, dalam semalam bisa menangkap ikan hingga 10 ton.

Namun, saat ini penghasilan melautnya hanya dapat sekitar 1 ton ikan. "Kalau lagi normal ya 5-10 ton, sekarang mah satu ton, dua ton," ujar dia saat ditemui di Muara Angke, Selasa (5/10/2021) siang.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar