Dorong Pemulihan Pariwisata, WNA dari 19 Negara Ini Diizinkan Masuk Indonesia

Jumat, 15 Oktober 2021 07:14 WIB

Share
Dorong Pemulihan Pariwisata, WNA dari 19 Negara Ini Diizinkan Masuk Indonesia
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID  - Untuk mendorong pemulihan pariwisata, Pemerintah Indonesia membuka pintu masuk bagi Warga Negara Asing WNA) dari19 negara. Namun demikian,  tetap akan dilakukan skrining yang ketat dan penerapan karantina selama 5 hari.

Ke-19 negara itu, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab (UEA), Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Demikian disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangannya dari Graha BNPB, Jakarta, Kamis sore (14/10/2021) yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.

"Keputusan tersebut berdasarkan pertimbangan matang dari berbagai ahli serta praktisi sektor terkait, termasuk berdasarkan perspektif kesehatan kondisi kasus Covid-19 di Indonesia tergolong terkendali," terang Wiku.

Ia menjelaskan penetapan berdasarkan pertimbangan kasus terkini yaitu jumlah kasus konfirmasi di bawah, atau sama dengan 50 kasus per 100.000 penduduk dengan positivity rate rendah atau kurang dari 5%.

 

Serta adanya perjanjian luar negeri yang telah dilakukan, misalnya travel corridor arangement. Masuknya wisatawan asing ke Indonesia nantinya hanya diperbolehkan dari Bandar Udara Provinsi Bali dan Kepulauan Riau saja untuk keperluan berwisata.

"Di dua provinsi ini yang akan menjalankan simulasi protokol kesehatan di bidang pariwisata untuk turis asing," papar Wiku.

Ia menambahkan pengawasan mobilitas domestik wisatawan asing di Indonesia akan menjadi tanggungjawab daerah penyelenggara simulasi serta daerah penyangganya untuk mengawasi pergerakannya sesuai dengan kebijakan yang ada.

Di samping itu, pemerintah saat ini terus berupaya mempertahankan penanganan kasus Covid-19 yang sedang terkendali. Diantaranya, pemerintah sedang menyusun strategi lintas kementerian dan lembaga untuk mengantisipasi lonjakan kasus menjelang libur akhir tahun.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar