Pabrik Farmasi 'MEP' Buang Limbah Paracetamol ke Teluk Jakarta

Senin, 8 November 2021 23:54 WIB

Share
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, saat ditemui di Balaikota. (deny)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, saat ditemui di Balaikota. (deny)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta mendapati satu perusahaan farmasi yang diduga menjadi penyebab tercemarnya perairan Teluk Jakarta dari kandungan paracetamol.

Meski begitu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto hanya menyebutkan perusahaan farmasi dengan inisial MEP.

"Dia terbukti ada kadar COD dan BOD-nya, juga terbukti membuang instalasi pengolahan limbahnya yang tak diterapkan secara baik," ujar Asep di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (8/11/2021). 

Pihaknya pun telah memberi sanksi administrasi berupa teguran tertulis terhadap pabrik MEP atas temuan yang membuktikan pencemaran parasetamol tersebut. 

Selain itu, MEP diwajibkan membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau instalasi pengolahan limbah terpadu (IPLT) selama 3 sampai 4 bulan.

"Kalau durasinya, yang jelas membangun IPLT itu paling tidak butuh waktu sekitar 3-4 bulan. Kita coba cek, setelah 3-4 bulan, apakah dia akan melakukan perbaikan terhadap IPLT-nya," jelas Asep.

Sejauh ini, Asep mengaku pihaknya belum mengetahui peluang pabrik farmasi lain yang ikut mencemari Teluk Jakarta.

Dari hasil investigasi tim Dinas LH baru temukan bukti pabrik MEP bersalah menyebarkan parasetamol. 

"Mereka memang terbukti tidak melakukan secara baik pengolahan limbahnya," tuturnya. 

Sebelumnya, Pusat Penelitian Oceanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan adanya kandungan paracematol tinggi di Angke dan Ancol yang berada di kawasan Teluk Jakarta. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar