Ditemukan Satu Lagi Perusahaan yang Buang Limbah Paracetamol di Teluk Jakarta 

Kamis, 11 November 2021 11:46 WIB

Share
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto di Balai Kota DKI.  (poskota.co.id/deny)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto di Balai Kota DKI.  (poskota.co.id/deny)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID- Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah melakukan investigasi dan verifikasi terhadap kegiatan/usaha yang diduga memproduksi produk mengandung paracetamol di wilayah Jakarta Utara.

Hasil verifikasi lapangan terhadap kegiatan usaha farmasi di wilayah Jakarta Utara, diketahui ada dua perusahaan yang belum taat dalam pengelolaan air limbah. 

Sebelumnya, PT. MEP yang diketahui membuang limbah paracetamol ke Teluk Jakarta. Terbaru, ditemukan PT.B yang diduga juga melakukan hal sama. 

Hal ini dibuktikan dari hasil cek laboratorium air limbah dua industri farmasi tersebut.

Maka itu, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta telah mengenakan sanksi administratif paksaan pemerintah kepada dua perusahaan tersebut. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan bahwa penerapan sanksi administratif merupakan langkah yang ditempuh dalam serangkaian kegiatan pengawasan pengelolaan lìngkungan.

Sanksi ini juga sebagai penegakan hukum terhadap kegiatan usaha yang tidak taat dalam pengelolaan lingkungan, di dalamnya termasuk pengelolaan air limbah.

“Karena ketidaktaatan dalam pengelolaan air limbah, kedua perusahaan tersebut kami mengenakan sanksi administratif," ungkap Asep, Kamis (11/11/2021)

Sanski administrtif tersebut, yaitu mewajibkan PT. MEF dan PT. B untuk menutup saluran outlet IPAL air limbah, dan melakukan perbaikan kinerja IPAL serta mengurus persetujuan teknis pembuangan air limbah dalam rangka pengendalian pencemaran air.

Asep menjelaskan, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta akan melakukan Monitoring Pengawasan Penaatan Sanksi Administratif terhadap PT. MEF dan  PT. B ini.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar