Kasus Dugaan Penganiayaan Putra Ahok Terhadap Selebgram Ayu Thalia Dihentikan Polisi. Ini Alasannya

Minggu, 5 Desember 2021 13:50 WIB

Share
Kasus Dugaan Penganiayaan Putra Ahok Terhadap Selebgram Ayu Thalia Dihentikan Polisi. Ini Alasannya
Ayu Thalia dan kuasa hukumnya, Rudi Kabunang, saat konferensi pers. (cr07)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Polres Metro Jakarta Utara menghentikan kasus dugaan kekerasan yang dilakukan putra sulung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Nicholas Sean Purnama (NSP), terhadap pesinetron dan selebgram Ayu Thalia (AT).

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan, mengatakan, dihentikannya kasus dugaan kekerasan tersebut setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan sejumlah barang bukti.

Selain itu kata Guruh, polisi juga telah mengundang tim pengawas untuk menentukan status dugaan penganiayaan yang dilaporkan Ayu Tahlia ke Polsek Metro Penjaringan pada Jumat (27/8/2021) lalu.

"Kita periksa (beberapa) saksi dan sejumlah bukti semua segala macam kita gelar kan, kita undang dari Propam, Irwasda, kita undang dari Dirkrimum segala lalu kita gelar, kita rapat, kita temukan memang tidak ada tindak pidana disitu," kata Guruh, Minggu (5/12/2021). 

Dari hasil pemeriksaan dan temuan dari tim penyidik, Guruh memastikan bahwa laporan dugaan penganiayaan yang dibuat oleh Ayu Thalia di Polsek Metro Penjaringan tidak ada tidak pidana.

 

"Sudah dihentikan kemarin (27/11/2021) karena tidak ditemukan tindak pidana disitu," terang Guruh.

Sementara, terkait laporan balik atas tuduhan pencemaran nama baik yang dibuat putra Ahok terhadap Ayu Thalia di Polres Metro Jakarta Utara pada 31 Agustus 2021, masih berlanjut dan dalam tahap pemeriksaan.

"(Laporan pencemaran nama baik) tetap kita proses lanjut. Proses hukumnya tetap sama. Sama sama tidak ada perbedaan. Perlakuan juga tetap sama," pungkasnya.  (yono)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar