Anies Baswedan Desak Pemerintah Hentikan PTM 100 Persen di Jakarta, Begini Pesan Epidemiolog 

Kamis, 3 Februari 2022 11:14 WIB

Share
Pelajar di SDN Cempaka Putih 17, Jakarta Pusat ketika tengah mencuci tangan dan dicek suhu tubuh pada hari pertama penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen, Senin (3/1/2021). (poskota.co.id/adam)
Pelajar di SDN Cempaka Putih 17, Jakarta Pusat ketika tengah mencuci tangan dan dicek suhu tubuh pada hari pertama penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen, Senin (3/1/2021). (poskota.co.id/adam)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gurbernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan usulan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Panjaitan selaku kepala koordinator pelaksanaan PPKM Jawa-Bali.

Anies meminta kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen dihentikan selama sebulan, selain itu dia mendesak Pemerintah pusat menimbang agar Jakarta kembali diberlakukan PPKM Level 3.

Sebelumnya ramai desakan kepada Anies untuk menghentikan PTM 100 persen karena ratusan siswa dan guru terpapar Covid-19. Presiden Joko Widodo juga meminta Pemrov DKI Jakarta mengevaluasi PTM di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

"Tadi siang, (saya) berkomunikasi dengan pak Luhut Pandjaitan sebagai Ketua Satgas Covid-19 Jawa-Bali, (saya) menyampaikan usulan agar untuk Jakarta, PTM atau Pembelajaran Tatap Muka ditiadakan selama satu bulan ke depan," ujar Anies di Taman Benyamin, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (2/2/2022).

Sekolah kembali dilakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar online. Namun karena masih usulan, Anies menyerahkan keputusan padaPemerintah Pusat terkait PTM.

Epidemiolog Griffith University Australia dr. Dicky Budiman membenarkan jika PTM dihentikan selama satu bulan. Mengingat kasus Covid-19 kembali meningkat dengan varian Omicron. 

"Kalau berbasis data, menurut saya tampaknya sebulan cukup realistis. Karena kalau saya prediksi, setidaknya awal Maret sudah melanda, terutama Jawa-Bali," kata Dicky kepada media, Kamis (3/2/2022).

"Nantinya kita evaluasi karena resikonya terlalu besar. Bukan masalah bahwa anak-anak sudah divaksin saja, tapi ini punya peran mencegah untuk supaya lonjakannya tidak terlalu besar," sambungnya.

Menurutnya meskipun sudah divaksinasi, anak-anak juga berpotensi menularkan Covid-19 kepada anggota keluarga di rumah. Dengan demikian Ia menyarankan PTM tidak dilaksanakan hingga kondisi kembali melandai.

Kalau nanti sudah landai, jangan seperti dulu daerah menunda melakukan PTM, jadi kalau memang sudah aman segera lakukan PTM. Sehingga anak tidak dirugikan ini, pelajaran mahal," pungkasnya.

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar