Jakarta PPKM Level 3, Anies Minta Perkantoran WFH 75 Persen 

Rabu, 9 Februari 2022 11:33 WIB

Share
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (instagram/aniesbaswedan)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (instagram/aniesbaswedan)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di DKI Jakarta kembali naik ke Level 3.

Kebijakan itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 9 Tahun 2022

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta perkantoran di sektor non-esensial menerapkan work from home (WFH) 75% untuk menekan penyebaran Covid-19.

"Karena itu kantor non-esensial diharapkan kembali menerapkan work from home dan hanya 25 persen saja yang bekerja dari kantor," ujar Anies melalui instagram pribadinya @aniesbaswedan, dikutip Rabu (9/2/2022).

Menurutnya, dalam mengurangi penularan Covid-19 pihaknya telah memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah sudah menerapkan 50 persen.

Fasilitas publik diharapkan secara sadar ikut menyesuaikan, minimal separuh dari kapasitas normal.

"Jadi ke depan kita akan melakukan pengetatan protokol-protokol kesehatan di semua tempat, utamanya penggunaan masker dan checkin PeduliLindungi di tempat-tempat umum," tegas Anies.

Anies meminta, agar masyarakat melaporkan bila ada gedung atau fasilitas publik lainnya yang tidak dilengkapi dengan barcode checkin PeduliLindungi.

Untuk diketahui, dalam Inmendagri Nomor 9 Tahun 2022, tertulis, bagi wilayah yang menyandang status PPKM Level 3, untuk perkantoran non-esensial diwajibkan menerapkan sistem WFH 75 persen.

Sementara untuk supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari diberlakukan pembatasan jam operasional.  (yono)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar