Fenomena Suntik Silikon Berujung Maut, Ini Kata Sosiolog 

Senin, 21 Februari 2022 08:23 WIB

Share
Fenomena Suntik Silikon Berujung Maut, Ini Kata Sosiolog 
Sosiolog Unika Atma Jaya Jakarta, Hubertus Ubur. (Foto/Ist)

JAKARTA.POSKOTA.CO.ID - Melakukan suntik silikon untuk mempercantik diri berujung maut di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat, baru-baru ini. Lalu bagaimana pandangan sosiolog akan hal ini.

Diketahui, seorang perempuan berinisial RCD (34), asal Indramayu, Jawa Barat, ditemukan sudah tidak bernyawa di salah satu kamar hotel di bilangan Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat, pada Sabtu (19/2/2022).

RCD, diduga meninggal dunia usai menyuntikkan cairan silikon ke bagian payudaranya sehari sebelum ditemukan tak bernyawa oleh petugas hotel tersebut.

Mengenai fenomena suntik silikon, Sosiolog Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Hubertus Ubur, berpandangan bahwa dengan menyuntikkan silikon di bagian payudara agar tubuh terlihat indah.

"Suntik silikon bermanfaat untuk membuat buah dada kelihatan montok, tidak kempes atau peot. Sebagian  perempuan mempersepsikannya sebagai keindahan dan kelihatan awet muda," ujar Hubertus kepada Poskota, Minggu (20/2/2022).

Lanjut Hubertus, dengan tubuh yang indah, khususnya pada bagian payudara yang disuntik cairan silikon. Menjadi sebuah upaya untuk mencitrakan diri pribadi dan jenis kelaminnya.

"Sekarang masyarakat cenderung mengejar pengakuan sebagai somebody bukan hanya someone di era pergaulan yang semakin terbuka akibat perkembangan teknologi  komunikasi sosial," kata dia.

"Salah satu cara memperoleh pengakuan adalah menunjukkan penampilan khususnya fisik. Suntik silikon adalah salah satu pilihan," sambungnya.

Suntik silikon, kata dia, juga karena adanya faktor eksternal, yakni permintaan pasar atau dengan kata lain ingin menjadi sosok figur yang didambakan oleh lawan jenis.

"Sosiologi menyebutnya teori transaksional. Supaya laku di 'pasar cinta', butuh modal berupa fisik yang menarik," tukasnya. (CR10)
 

Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar