Gang Boker, Legenda Tempat Prostitusi di Jakarta Timur

Minggu, 27 Februari 2022 21:50 WIB

Share
Kawasan Gang Boker yang masih marak prostitusi. (poskota.co.id/putra)
Kawasan Gang Boker yang masih marak prostitusi. (poskota.co.id/putra)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Praktik prostitusi Gang Boker, Jakarta Timur, ternyata masih berjalan walaupun telah beralih fungsi menjadi Gelanggang Olahraga Ciracas. 

Walaupun digusur dan dijadikan GOR Ciracas pada 2003, ternyata bisnis prostitusi tetap berjalan di kawasan tersebut. 

Rofiqul yang merupakan salah satu warga Gang Boker menjelaskan, kasus prostitusi pun masih berjalan sampai saat ini walau gedung GOR Ciracas sudah didirikan sejak lama.

“Yang gua tau tuh gang boker tempat prostitusi dan udah terkenal sejak dulu disekitaran jakarta timur dan jakarta selatan. Gang boker masih beroperasi hingga sekarang. Di gang boker sendiri juga ada bencong dan kebanyakan juga yang menjadi PSK itu ibu ibu, mereka beroperasi di pinggir jalan utama depan GOR Ciracas," ujar Rofiqul, Minggu (27/2/2022).

Bisnis prostitusi yang digadang-gadang akan hilang, justru malah berpindah ke sejumlah kawasan di sekitar GOR Ciracas, yaitu di salah satu kawasan di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. 

Bisnis prostitusi di lokasi tersebut malah menemukan cara baru untuk tetap menjalankan bisnisnya dengan berpindah ke rumah-rumah kontrakan yang ada di sekitarnya.

"Walau udah dibangun GOR juga tidak berpengaruh menurut gua juga para PSK disana juga udah nyaman dengan pekerjaan mereka itu," tegas Rofiqul.

Rofiqul menuturkan, sebetulnya dirinya tidak terlalu terganggu dengan adanya kegiatan prostitusi di daerah tersebut.

Namun, dia tidak terlalu suka adanya kegiatan tersebut karena menganggu kenyamanan ketika berjalan melintas kawasan tersebut.

"Gua sih risih soalnya mengganggu jalan kalo bisa mencari pekerjaan yang lain. Gua sebagai warga gang boker merasa agak terganggu dan agak risih ama bencongnya, gua kalo naik motor pelan pelan pasti dipanggil ama mereka apalagi gua jalan kaki pasti risih sih gua di panggilin begitu,” tukas Rofiqul.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar