Masjid Raya Jakarta Islamic Centre, Peradaban Islam di Ibu Kota yang Dahulunya Lokalisasi Prostitusi Terbesar se-Asean

Minggu, 27 Februari 2022 17:22 WIB

Share
Masjid Raya Jakarta Islamic Centre, Peradaban Islam di Ibu Kota yang Dahulunya Lokalisasi Prostitusi Terbesar se-Asean
Masjid Raya Jakarta Islamic Centre di Koja, Jakarta Utara. (poskota.co.id/yono)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC) yang terletak di Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara ternyata menyimpan kisah masa lalu yang cukup kelam.

Mungkin bagi sebagian anak yang lahir di era milenial tak mengetahui bila di lahan berdirinya Masjid Raya yang sangat megah, dulunya bekas lokalisasi prostitusi terbesar se-Asia Tenggara, yang dikenal dengan sebutan Kramat Tunggak.

Dahulu, sebelum dijadikan lokalisasi prostitusi Kramat Tunggak, lokasi tersebut merupakan lahan rawa-rawa di pinggiran Jakarta yang lazim disebut orang pada masanya sebagai tempat jin buang anak.

Namun pada tahun 1970 di era Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, lahan rawa-rawa tersebut dijadikan tempat lokalisasi bagi para pekerja seks komersil (PSK).

Kepala Sub Divisi Informasi Komunikasi Jakarta Islamic Centre Paimun Abdul Karim menuturkan, awal mula lahan tak terurus itu dijadikan tempat lokalisasi prostitusi, atas keresahan Gubernur Ali Sadikin.

Pasalnya, pada tahun 1960 hingga priode 1970-an, sangat marak praktik prostitusi di jalanan.

Gubernur Ali Sadikin kemudian melakukan studi banding ke Bangkok, Thailand untuk belajar bagaimana cara menertibkan masalah sosial tersebut.

Sepulang dari Bangkok, Gubernur Ali Sadikin mendapat ilmu bagaimana menempatkan para wanita tuna susila (WTS) agar tak bertebaran di jalanan.

Akhirnya pada tahun 1970, Gubernur Ali Sadikin melakukan operasi besar-besaran untuk menertibkan para WTS yang berserakan di pinggir jalan.

Kemudian, Ali Sadikin mejadikan Kramat Tunggak sebagai tempat penampungan sementara para wanita malam untuk dibina dan kemudian dikembalikan ke tengah masyarakat.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar