Aliansi Umat Islam Bogor Raya Tuntut Pemecatan Menag Yaqut

Jumat, 4 Maret 2022 22:48 WIB

Share
Ratusan umat muslim Bogor Raya mengepung Kantor Kemenang Kabupaten Bogor, imbas pernyataan kontroversi Menag Yaqut Cholil Qoumas. (poskota.co.id/billy)
Ratusan umat muslim Bogor Raya mengepung Kantor Kemenang Kabupaten Bogor, imbas pernyataan kontroversi Menag Yaqut Cholil Qoumas. (poskota.co.id/billy)

BOGOR, POSKOTA.CO.ID - Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Bogor Raya mengepung kantor Kemenag Kabupaten Bogor, Jumat (4/3/2022).

Mereka meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. 

Koordinator lapangan (Korlap) Ustaz Muhsin mengatakan, maksud Aliansi Umat Islam Bogor Raya mendatangi kemenag dengan tuntutan tiga poin. 

"Yang pertama kami minta pada menteri agama untuk meminta maaf secara terbuka kepada umat islam, ke-dua kepada Presiden untuk segera copot menteri agama dan ke-tiga kepada aparat penegak hukum untuk segera memproses menteri agama secara hukum secepatnya," ucap Muhsin kepada wartawan. 

Menurut Muhsin, gejolak yang dibuat sang Menteri Fenomenal it, dinilai sudah sangat panas dan bukan hal yang berbuntut kontroversi yang diinginkan masyarakat. 

"Masyarakat itu ingin statement yang meneduhkan, kami tidak ingin lagi ada statement gaduh yang ingin memecahkan anak bangsa, jangan sampai gejolak panas ini berkelanjutan," tuturnya. 

Muhsin menegaskan, andai tuntutannya tidak diindahkan maka akan melakukan aksi lanjutan. 

"Kami akan melaksanakan aksi yang lain, akan kami datangkan tokoh-tokohnya, hari ini sebenarnya ribuan umat mau datang, tapi karena diredam oleh para guru yang sebelumnya datang ke Kemenag, maka kami ubah dari aksi ke audiensi," katanya. 

Maka dari itu, lanjut Muhsin, Aliansi Umat Islam Bogor Raya meminta Pemerintah untuk segera mengambil tindakan tegas kepada Menteri agama tersebut. 

"Maka dari itu, kami minta kepada pemerintah untuk segera mengambil tindakan untuk mencopot kemenag," pungkas dia. (billy adhiyaksa

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar