Petugas Bubarkan Acara Hajatan di Serang, Ini Sebabnya

Minggu, 6 Maret 2022 17:17 WIB

Share
Petugas Bubarkan Acara Hajatan di Serang, Ini Sebabnya
Petugas Polsek Cikeusal dan Kades saat mengimbau pemangku hajat menghentikan acara hiburan. (ist)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Dinilai rawan penyebaran Pandemi Covid-19, acara hiburan organ tunggal pesta pernikahan di Desa Cilayang Guha, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang yang disediakan pemangku hajat dibubarkan personel Polsek Cikeusal, Sabtu (5/3/2022) malam.

Larangan adanya hiburan ini dilakukan karena berdampak berkumpulnya massa.

Hal ini bertentangan dengan PPKM Level 3 Covid-19 yang diberlakukan pemerintah daerah yang tertuang dalam Instruksi Bupati Serang Nomor 6 Tahun 2022 dan Instruksi Gubernur Banten No. 6/2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 Corona Virus Disease 2019.

"Kita bubarkan karena menimbulkan kerumunan massa yang dapat memudahkan penyebaran pandemi Covid-19. Acara hiburan ini juga bertentangan dengan Inbup dan Ingub tentang PPKM Level 3," ujar Kapolsek Cikeusal AKP Humaedi kepada Poskota, Minggu (6/3/2022).

Menurut dia, acara hiburan organ tunggal juga tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

Personel Bhabinkamtibmas Desa Cilayang Guha Briptu Agus Suzatnika didampingi Kepala Desa menemui pemangku hajat agar menghentikan acara. 

"Bhabinkamtibmas dibantu Kepala Desa Agan Diharja menemui pemangku hajat untuk menghentikan acara hiburan karena telah menimbulnya kerumunan yang ada dilokasi hajatan itu," kata Humaedi.

Dia mengatakan, dari pantauan personil Bhabinkamtibmas acara hiburan organ tunggal tersebut menarik perhatian masyarakat luar kampung sehingga menimbulkan kerumunan.

"Jika tidak kita hentikan, dikhawatirkan akan menimbulkan clusters baru Covid-19," tandas dia.

Kades Cilayang Guha Agan Diharja mengatakan, pihaknya telah memberikan imbauan ke masyarakat khususnya Desa Cilayang Guha untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar