Partai Buruh Nilai Pengusul Jabatan Presiden Diperpanjang Pengkhianat Reformasi

Selasa, 8 Maret 2022 22:03 WIB

Share
Partai Buruh Nilai Pengusul Jabatan Presiden Diperpanjang Pengkhianat Reformasi
Massa Partai Buruh saat demo di depan Gedung DPR RI. (poskota.co.id/rizal)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sambut Hari Perempuan Internasional (Women's Day), massa dari Partai Buruh dan beberapa elemen masyarakat menggelar aksi di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/3/2022).

Dalam aksi kali ini massa buruh juga membentangkan spanduk-spanduk besar berisi tuntutan yakni salah satunya mendesak agar UU Omnibus Law Cipta Kerja dan turunannya untuk dicabut.

Selain itu, RUU TPKS juga diminta segera untuk disahkan. 

Massa Partai Buruh tersebut turut menyuarakan penolakan terhadap usulan perpanjangan masa jabatan presiden.

Massa menilai, para pengusul masa jabatan presiden diperpanjang merupakan pengkhianat reformasi. 

Dalam orasi nya, massa menuntut pemerintah mencabut Omnibus Law yang dinilai menyengsarakan rakyat, terutama kaum perempuan seperti ibu rumah tangga.

"Dari sistem kerja yang tidak berkepastian, lahirnya ketidakpastian upah, tidak adanya jaminan hak-hak buruh dan berbagai hambatan berserikat," kata salah satu orator yang berorasi di atas mobil komando.

Pendemo  berharap dalam kesempatan ini bisa bertemu dengan perwakilan anggota DPR untuk memperjuangkan tuntutan mereka.

Tuntutan yang diperjuangkan antara lain cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja dan aturan turunannya, cabut Permenaker No. 2/2022 dan sahkan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) menjadi undang-undang.

Selanjutnya, sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) serta lakukan pengendalian harga sembako, kedaulatan pangan bagi rakyat, ruang politik setara bagi perempuan dan dunia kerja yang aman. (rizal)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar