Harga Minyak Goreng Meroket, YLKI Desak KPPU Usut Dugaan Kartel

Jumat, 18 Maret 2022 16:09 WIB

Share
Harga Minyak Goreng Meroket, YLKI Desak KPPU Usut Dugaan Kartel
Ilustrasi minyak goreng di minimarket. (Foto: Poskota.co.id/Adam)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Mahalnya dan langkanya minyak goreng di pasaran membuat Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) angkat bicara. YLKI mendesak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk menyelidiki dugaan kartel bisnis minyak goreng.

"YLKI terus mendesak KPPU untuk mengulik adanya dugaan kartel dan oligopoli dalam bisnis minyak goreng, CPO, dan sawit," kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, Jakarta, Jumat (18/3/2022).

Menurut Tulus, kelangkaan pasokan minyak goreng terjadi ketika pemerintah menerapkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp14 ribu per liter untuk kemasan premium, Rp13.500 per liter untuk kemasan sederhana, dan Rp11.500 per liter untuk minyak goreng curah.

Namun anehnya, lanjut dia, ketika pemerintah mencabut kebijakan HET stok minyak goreng secara tiba-tiba melimpah di pasaran dengan harga di kisaran Rp23 ribu hingga Rp25 ribu per liter.

Nah, kata dia, kebijakan melawan pasar dengan mengharuskan harga maksimal Rp14 ribu tidak berhasil.

"Selama ini intervensi pemerintah pada pasar minyak goreng dengan cara melawan pasar. Dan terbukti gagal total. Malah menimbulkan chaos di tengah masyarakat,'' ujarnya.

Terakhir, Tulus Abadi meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan terkait HET dengan harga Rp14 ribu per liter agar tepat sasaran di masyarakat.

"Jangan sampai kelompok konsumen minyak goreng premium mengambil hak konsumen menengah bawah dengan membeli,'' tukasnya. (*)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar