Cemarkan Polusi Batu Bara, PT KCN Didesak Jalankan Sanksi

Selasa, 29 Maret 2022 17:01 WIB

Share
Cemarkan Polusi Batu Bara, PT KCN Didesak Jalankan Sanksi
Penampakan batu bara yang mencemarkan polusi udara di wilayah Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. (Foto: Ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Polusi debu batu bara di wilayah Marunda, Jakarta Utara (Jakut) kini memasuki babak baru. PT Karya Citra Nusantara (KCN) selaku pihak yang menyebarkan polusi debu batu bara itu didesak untuk segera mengatasi persoalan tersebut.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan, sanksi Pemprov DKI Jakarta mesti dijalankan dengan batas waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

"Kami minta ada perbaikan dan sudah diberikan batasan waktunya," kata Riza, Selasa (29/3/2022).

Riza mengatakan, sanksi juga akan diberikan kepada perusahaan lain yang menimbulkan pencemaran debu batu bara. Dia meminta agar masyarakat melaporkan perusahaan yang diduga telah melakukan pencemaran lingkungan.

"Kalau ada instansi lain perusahaan lain yang juga melakukan hal yang sama terkait pencemaran limbah dan sebagainya sampaikan, nanti kami lihat, cek, evaluasi kami juga akan beri sanksi bagi yang memang melanggar," ujar Riza.

Seperti diketahui, Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) DKI Jakarta menjatuhkan sanksi PT KCN karena aktivitas perusahaan berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat Marunda.

Sanksi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kepala Sudin LH Jakarta Utara Nomor 12 Tahun 2022 tentang Penerapan Sanksi Administratif Paksaan Pemerintah kepada PT KCN yang diterbitkan 14 Maret 2022.

KCN terbukti melakukan pelanggaran berdasarkan hasil pengawasan. Perusahaan tersebut diperintahkan untuk memperbaiki pengelolaan lingkungan hidup pada 32 item lengkap dengan jangka waktu penyelesaian.

Salah satu sanksinya yakni pembuatan tanggul setinggi empat meter di area penimbunan batu bara untuk mencegah keluarnya debu saat penyimpanan, paling lambat 60 hari.

Reporter: Khalied Malvino
Editor: Khalied Malvino
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar