Jadi Justice Collaborator, Dea Bakal Ungkap Aktor Dalang di Balik Kasus Onlyfans  

Selasa, 29 Maret 2022 10:48 WIB

Share
Dea Onlyfans. (Foto: Twitter)
Dea Onlyfans. (Foto: Twitter)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gusti Ayu Dewanti atau yang dikenal Dea Onlyfans akan mengungkap aktor dalang di balik praktik pornografi di platform Onlyfans.
 
"Harapan kami ke depan bisa menjadi justice collaborator kepolisian untuk mengungkap aktor yang mendalangi praktik pornografi di Onlyfans,'' ujar Kuasa Hukum Dea Onlyfans, Herlambang Ponco, di Polda Metro Jaya, Senin (28/3/2022).

Terkait siapa aktor yang dimaksudnya, Herlambang belum bisa membongkarnya. Dia dan kliennya saat ini masih mengikuti dan patuh apa yang diinstruksikan pihak kepolisian.
 
"(Justice Collaborator) kalau spesifiknya mungkin kita belum bisa jawab secara detail, tergantung dari kepolisian seperti apa. Yang pasti kita akan selalu hormat dan mematuhi segala prosedur yang ada," ucap dia.

"Nanti komunikasi dengan pihak Kepolisian seperti apa, nanti hasilnya akan kita update. Kita mau jadi Justice Collaborator supaya permasalahan ini sudah berhenti di Dea saja," imbuhnya menjelaskan.

Kuasa Hukum Dea yang lain, Abdillah Syarifudin mengatakan, bahwa platform Onlyfans sejatinya merupakan website yang sifatnya cukup privasi. Berbeda dengan platform umum yang sifatnya terbuka dan masuk dalam ruang lingkup internet yang dapat mudah tersebar luas begitu saja.

"Onlyfans itu bukan sesuatu yang sifatnya publik. Sifatnya sangat privat, tidak bisa diakses sama semua orang. Jadi, kalau konteks publik itu sendiri kalau menurut kami, publik itu bisa diakses dan dikonsumsi sama khalayak umum tanpa terkecuali," tutur dia.

Dalam perkara ini, menurut Abdillah, terdapat zona abu-abu yang begitu besar di tengah sengkarut permasalahan OnlyFans.

"Karena kami melihat niat, tujuan, dan maksud dari klien kami untuk mengunggah konten tersebut itu spesifik ke satu konten (platform) yang namanya OnlyFans," ungkapnya.

"Satu konten yang namanya OnlyFans. OnlyFans itu sendiri tidak diatur, tidak diakui, dan servernya tidak ada di Indonesia. Jadi kami melihat ada usaha dari klien kami untuk tidak menempatkan konten tersebut ke tempat yang tidak sesuai wadah, tak sesuai dengan porsinya," lanjut Abdillah.

Sementara itu, Dea mengatakan, akan berlaku kooperatif selama menjalani proses hukum yang berlaku. 

"Saya cuma minta doanya saja agar saya diberikan ketegaran, dan masalah ini agar cepat selesai," tukasnya. (adam).

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar