Warga Rela Antre Panjang di Sekitar Pasar Rawa Badak Demi 10 Liter Migor Curah Murah

Selasa, 29 Maret 2022 14:29 WIB

Share
Warga Rela Antre Panjang di Sekitar Pasar Rawa Badak Demi 10 Liter Migor Curah Murah
Warga Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut) rela mengantre membeli minyak goreng di sekitar Pasar Rawa Badak, Selasa (29/3).

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kelangkaan minyak goreng masih terjadi di DKI Jakarta. Sejumlah warga di Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut) bahkan rela mengantre sejak pukul 08.00 WIB demi mendapat minyak goreng curah dengan harga murah.

Salah satu warga mengakui, dirinya sudah mengantre sejak pagi dan menerima nomor urut 158 untuk membeli minyak goreng curah murah tersebut.

“Saya dari jam 08.00 dapat antrean nomor 158. Kalau tidak mengantre, nanti tidak kebagian,” ujar pedagang gorengan, Ricky (62).

Ricky mengungkapkan, ia rela antre panjang bukan lantaran minyak goreng sulit dicari, melainkan harga yang cenderung murah ketimbang minyak goreng kemasan di pasar tradisional, minimarket, maupun supermarket yang harganya bisa mencapai Rp50 ribuan.

Lain lagi dengan pengakuan Roni (32) warga Koja, Jakut. Ia menuturkan, membeli minyak goreng curah murah di sekitar Pasar Rawa Badak itu hanya karena satu-satunya toko yang menjual minyak goreng curah murah.

“Adanya di sini, di luar sini tak ada” ujar Roni.

Ia terpasksa mengantre dengan nomor antrean 174 meski datang sejak pukul 09.00 WIB. Hal itu rela dilakukan karena harga minyak goreng lebih murah.

“Harapannya, penjualan seperti ini bisa lebih banyak lagi. Dimurahin juga lah minyak goreng, sembako, lain-lain, supaya masyarakat terbantu juga,” harap Roni.

Tercatat warga berjubel di toko Toko Liem yang membatasi pembelian minyak goreng maksimal 10 liter dengan harga sesuai yang disesuaikan pemerintah.

Sebelumnya dikabarkan, pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi untuk minyak goreng curah sebesar Rp14 ribu, namun harga tersebut susah ditemukan, bahkan di Pasar Rawa Badak minyak goreng curah dijual Rp14.500.

Halaman
Reporter: Khalied Malvino
Editor: Khalied Malvino
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar