Kasus Persekusi Permata Buana Jakbar Mandek, Korban Pesimis Polisi Menindaklanjutinya

Selasa, 5 April 2022 10:32 WIB

Share
Kasus Persekusi Permata Buana Jakbar Mandek, Korban Pesimis Polisi Menindaklanjutinya
Spanduk protes salah satu warga kepada diduga korban perkusi, Tony. (Foto: Ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kasus dugaan perkusi yang dialami warga Komplek Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat, Hartono Prasetya alias Tony (64), sudah satu tahun belum ada perkembangan.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Joko Dwi Harsono mengatakan, pihaknya harus melengkapi berkas atas permintaan jaksa.

"Jaksa minta berkasnya harus dilengkapi. Kami merasa udah cukup, tapi jaksa belum. Jadi harus dilengkapi lagi,'' ujarnya, Selasa (5/4/2022).

Dia menjelaskan, untuk melengkapi berkas harus meminta keterangan saksi-saksi.

"Masih melengkapi keterangan saksi-saksi," ucapnya.

Terpisah, korban menilai kasusnya tidak akan menemui titik terang. Sebab sudah setahun bergulir belum ada perkembangan.

"Saya punya ketakutan kasusnya berhenti," kata Tony, Senin (4/4/2022).

Sekadar informasi, Tony sebelumnya melaporkan kasus pengusiran dirinya oleh oknum RT dan beberapa warga setempat ke pihak berwajib. 

Pangkal masalah diduga soal surat Tony perihal jalan di depan kediamannya yang ditujukan untuk wali kota Jakarta Barat.

Setelah surat dilayangka wali kota Jakarta Barat, beberapa oknum RT dan warga memaksa untuk masuk ke rumahnya layaknya orang yang sedang melakukan aksi unjuk rasa. (pandi)
 

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar