Dua Kelompok Tawuran Sarung yang Tewaskan Remaja di Bekasi Telah Janjian Perang Via WhatsApp 

Rabu, 6 April 2022 20:53 WIB

Share
Damar Alfatir (14) korban dari insiden tawuran di tambun Utara Kabupaten Bekasi. (Ihsan Fahmi)
Damar Alfatir (14) korban dari insiden tawuran di tambun Utara Kabupaten Bekasi. (Ihsan Fahmi)

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Dua kelompok saling tawuran jelang sahur, hingga mengakibatkan satu orang remaja berusia 14 tahun tewas dengan luka lebam yang berlokasi di jalan raya Tambun Utara, Desa Sriamur Kampung Gabus Bulak, Bekasi, (4/4/2022) lalu mulai memasuki titik terang.

Hal itu diungkapkan Kapolres Metro Bekasi, Kombes Gidion Arif Setyawan, bahwa kedua kelompok sudah saling Janjian melalui WhatsApp untuk melakukan tawuran sarung.

"Keterangan dari pelaku, pelaku bersama dengan teman temannya sedang nongkrong di musala dekat rumah, kemudian pelaku janjian melalui WA bermain perang sarung dan bertemu di TKP dengan kelompok korban," ujar Kombes Gidion Arif Setyawan, Rabu (6/4/2022).

Lalu ketika saat bertikai, salah satu kelompok terkena luka senjata tajam dari kelompok korban. 

Kesal kelompok pelaku salah satu anggotanya terluka, mereka melakukan serangan balik ke kelompok korban, Hingga Damar Alfatir (14) jatuh tersungkur dipukul oleh kelompok pelaku.

"Selanjutnya terjadilah perang sarung di TKP, pelaku yang mendengar adiknya terkena sajam yang diduga terkena celurit, kemudian pelaku bertemu dengan kelompok korban, lalu korban dipukuli hingga tersungkur," ungkapnya

Damar Alfatir yang tergeletak, lalu kemudian ditinggalkan oleh para pelaku tawuran tersebut, dan pelaku mengejar anggota kelompok tawuran lainnya. "Berarti yang meninggal ini tersungkur. Kemudian korban ditinggal di TKP dan pelaku mengejar teman teman lainnya," kata Kombes Gidion

Dalam insiden tersebut, jajaran Polres Metro Bekasi meringkus dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka. "Dua orang ya yang kita tetapkan tersangka," ungkapnya.

Kendati demikian, dalam kasus tersebut, pihaknya telah memeriksa empat orang, namun hanya dua diketahui masuk dalam unsur pidana, dan diketahui sebagai eksekutor murni. "Empat itu yang diperiksa, terus setelah diperiksa, yang memenuhi unsur (pidana) dua orang," jawabnya

Dalam insiden tawuran tersebut, dikatakan ada dua orang menjadi korban. "Yaa itu kalo yang meninggal itu lukanya luka tumpul, lukanya. Tapi yang satunya luka itu kan benda tajam," tutupnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar