Perusahaan Otobus Curhat Sepinya Penumpang dan Maraknya Terminal Bayangan di Jakarta ke Kemenhub

Sabtu, 9 April 2022 22:15 WIB

Share
Perusahaan Otobus Curhat Sepinya Penumpang dan Maraknya Terminal Bayangan di Jakarta ke Kemenhub
Kepala Terminal Terpadu Pulogebang, Bernad Pasaribu (kiri) bersama Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, Sabtu (9/4/2022) (ardhi) 

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kementerian Perhubungan mendapat keluhan ihwal sepinya penumpang di terminal dan keberadaan terminal bayangan di Jakarta dari Perusahaan Otobus (PO).

Keluhan tersebut disampaikan para PO kala Rapat Persiapan Angkutan Lebaran Tahun 2022 bersama Direktorat Jenderal Perhubungan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur. 

Kepala Terminal Terpadu Pulogebang, Bernad Pasaribu menyampaikan dalam rapat yang digelar Sabtu (9/4/2022) siang tadi, sebanyak lebih dari 50 PO antar kota antar provinsi (AKAP) hadir dalam rapat.

"Yang utamanya (disampaikan PO) itu karena sepi di sini (Terminal) karena banyak terminal bayangan," ungkap Bernad kepada wartawan usai rapat di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu (9/4/2022).

Para PO mengeluh banyak penumpang yang lebih memilih naik bus melalui terminal bayangan yang berada di pinggir jalan ketimbang melalui terminal resmi seperti Pulogebang, Kampung Rambutan, dan lainnnya. 

Menurut Bernad, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi yang memimpin rapat pun menyampaikan bakal menindak terminal bayangan.

"Tadi (ketika rapat) kan pak Dirjen sudah mengatakan dia perintahkan BPTJ dan Dishub untuk bisa kenceng (penindakan) lagi supaya bisa meramaikan Terminal," ucapnya.

Hanya menang, untuk masalah penindakan travel gelap yang menggunakan kendaraan berpelat nomor hitam atau pribadi diakui ga lebih sulit sebab tak bisa dilakukan Dinas Perhubungan Daerah. 

"Pak Dirjen ngomong kan untuk menggunakan menindak travel gelap yang pelat item agak sulit memang. Tapi kalau untuk yang pelat kuning itu kewenangan Kementerian, termasuk Dishub," terangnya. (Ardhi) 

 

Halaman
Editor: Guruh
Contributor: -
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar