Ada Perempuan di Balik Kasus Pengeroyokan Pengusaha PS Store dan Rekannya, Siapa Dia? Berikut Kronologisnya

Rabu, 13 April 2022 17:49 WIB

Share
Ada Perempuan di Balik Kasus Pengeroyokan Pengusaha PS Store dan Rekannya, Siapa Dia? Berikut Kronologisnya
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto saat konferensi pers terkait pengeroyokan Pengusaha PS Store dan temannya.(Foto: Zendy)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pengusaha PS Store, Putra Siregar tersangka pengeroyokan terhadap satu orang berinisial MNA di sebuah kafe di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Putra melakukan pengeroyokan bersama satu rekannya Riko Valentino.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto menjelaskan kronologi pengeroyokan yang dilakukan PS dan satu rekannya berinisial RV.

Berawal dari salah satu kawan perempuan RV dan PS menghampiri salah satu korban MNA, namun PS dan RV tidak mengetahui apa yang dibicarakan antara korban dengan kawan perempuannya.

"Peristiwa ini dipicu karena, ada salah satu kawan perempuan yang ada di kelompok RV dan PS ini kemudian mendatangani ke mejannya korban MNA, entah apa yang dibicarakan," kata Budhi di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (13/4/2022).

Menurut Budhi, setelah melihat rekan perempuannya, RV tidak senang dengan kejadian itu dan kemudian langsung memukul MNA. Tidak sampai di situ, setelah RV memukul, kemudian PS mendorong dan menendang MNA.

"Tersangka RV itu tidak senang dengan peristiwa tersebut. Kemudian mendatangi korban MNA  kemudian melakukan pemukulan terhadap korban MNA kemudian tersangka PS bersama-sama di situ dengan dia menendang dan mendorong tersangka MNA," ucap Budhi.

Setelah insiden pengeroyokan terjadi, korban tidak berniat melaporkan hal tersebut kepada kepolisian, hanya saja meminta hasil visum dan memilih jalan damai terkait pengeroyokan tersebut. 

Namun, selama 2 minggu PS dan RV tidak ada respon terkait pengeroyokan tersebut. Akhirnya MNA melaporkan pengeroyokan ini ke polisi tanggal 16 Maret 2022.

Insiden pengeroyokan ini terjadi pada tanggal 2 Maret 2022, insiden ini sempat terekam CCTV yang ada di kafe tersebut. Insiden itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB.

Selanjutnya, atas perbuatannya kedua tersangka ini akan dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. 
(Zendy Pradana)
 

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar