Dirawat di Ruang HCU, Ade Armando Sudah Bisa Tertawa-tawa, Tapi Polisi Dilarang Banyak Tanya  

Rabu, 13 April 2022 18:27 WIB

Share
Pegiat media sosial Ade Armando masih berada di dalam ruang HCU untuk menjalani perawatan intensif hingga pulih.(ist)
Pegiat media sosial Ade Armando masih berada di dalam ruang HCU untuk menjalani perawatan intensif hingga pulih.(ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID, - Sahabat Ade Armando, Nong Darol Mahmada mengatakan kondisi Ade saat ini kian membaik. Namun, Ade masih berada di dalam ruang HCU untuk menjalani perawatan intensif hingga pulih. 

Pasien ditempatkan di ruangan HCU agar lebih mudah dipantau dan dipindahkan ke ICU bila kondisinya memburuk. Sebaliknya, jika kondisinya membaik, pasien bisa dirawat lebih lanjut di ruang rawat inap biasa.

"Secara umum kondisi ade baik, dan masih dirawat di ruang HCU dan terus menerus diapntau diawasi kesehatannnya oleh tim dokter sini, " kata Nong kepada wartawan, Rabu (13/4/2022).

Menurut Nong, kondisi Ade hingga saat ini sudah lebih baik dari kondisi sebelumnya. Dosen Universitas Indonesia itu saat ini sudah bisa berkomunikasi dengan baik. Bahkan, lanjut Nong, tadi Ade sempat tertawa bersama dengan keluarga.

"Kalau komunikasi alhamdullah bang ade baik ngobrol ketawa, mungkin kita berdoa semoga bangAade cepat membaik," lanjutnya.

Selanjutnya, Nong belum bisa menjelaskan kronologi secara pasti terkait pengeroyokan terhadap Ade. Karena dirinya masih takut menimbulkan trauma kepada pribadi Ade.

"Kalau kronologi temen-temen sudah terimanya, itu kami kumpulkan dari tim yang ikut. Kalau dari bang Ade kami belum berani tanyakan, khawatir misal dia munculkan trauma," jelasnya.

Kemudian, pihak keluarga pun meminta kepada penyidik Polda Metro Jaya untuk tidak meminta keterangan lebih dalam terkait pengeroyokan terhadap Ade Armando.

"Memang kemarin sudah ada penyidik dari Polda  Metro Jaya. Tetapi kami minta khususnya dari pihak keluarga untuk infonya ringan bukan yang detail dan sebenarnya awalnya kalau bisa polisi itu jangan dulu tanya-tanya. Karena untuk proses penangkapan pelaku itu dibutuhkan, jadi dibolehkan tapi dengan syarat  ringan-ringan," sambungnya. 
(Zendy Pradana)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar