Lagi, Polisi Tangkap Tersangka Keempat Pengeroyok Ade Armando

Kamis, 14 April 2022 16:47 WIB

Share
Lagi, Polisi Tangkap Tersangka Keempat Pengeroyok Ade Armando
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Endra Zulpan. (poskota.co.id/adam)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Polisi kembali menangkap seorang tersangka insiden pengeroyokan Ade Armando, setelah sempat menjadi buronan polisi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, salah seorang tersangka yang berhasil diringkus bernama Abdul Latif. Tersangka ditangkap di wilayah Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat

"Kemarin kita berhasil menangkap atas nama Diah Ul haq. Hari ini kita berhasil menangkap Abdul Latif yang bersangkutan kita tangkap di Pelabuhan Ratu," kata Zulpan kepada wartawan, Kamis (14/4/2022).

Zulpan menjelaskan, dengan ditangkapnya orang keempat ini (Abdul Latif). Seorang tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang atas nama Ade Purnama disarankan untuk bertindak kooperatif menyerahkan diri.

"Saat ini masih ada dua buron, yakni Ade Purnama dan satu lagi belum diketahui identitasnya. Sebab, face reconigtion terhadap Abdul Manaf tidak memberikan data yang valid," ujar dia.

"Bisa saya sampaikan, bahwa dia (Abdul Manaf) tidak termasuk orang yang melakukan pemukulan," kata Zulpan.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menangka tiga tersangka dalam insiden pengeroyokan Ade Armando. Adapun ketiga orang tersebut, yakni Komarudin, Muhammad Bagja, dan Diah Ulhaq yang dibekuk di salah satu pondok pesantren yang terletak di Serpong, Tangerang Selatan.

Lebih lanjut, di samping tiga pelaku utama pemukulan dan pengeroyokan, polisi juga menangkap Arif Pardiani, di luar dari enam tersangka yang terindentifikasi.

Dalam hal ini, Arif berperan sebagai provokator yang melontarkan kalimat ''Ade Armando sudah mati dan semua turun, semua yang ada di Jakarta''. (adam).

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar