Amerika Tuding PeduliLindungi Langgar HAM, PDIP Beri Jawaban Monohok, Belajarlah dari Indonesia Kendalikan COVID-19

Sabtu, 16 April 2022 17:43 WIB

Share
Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo. (Foto: Poskota/Rizal)
Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo. (Foto: Poskota/Rizal)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Politisi PDIP yang juga anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo, merespons tudingan Amerika Serikat soal aplikasi PeduliLindungi melanggar hak asasi manusia (HAM). 

Rahmad menyarankan Negara Paman Sam itu harus belajar dengan Indonesia karena berhasil mengendalikan sebaran COVID-19.

''Daripada merilis tudingan dugaan pelanggaran HAM, Amerika lebih baik mempelajari bagaimana bermanfaatnya sistem aplikasi PeduliLinduingi dalam mendeteksi COVID-19. Jadi, Amerika perlu belajar dari Indonesia agar lebih sukses mengendalikan COVID-19,'' kata Rahmad Handoyo, di Jakarta, Sabtu (16/4/2022).

Dia menyesalkan, Amerika bisa mengeluarkan laporan seperti itu terhadap aplikasi PeduliLindungi milik pemerintah Indonesia.

''Saya wajib mempertanyakan apa dasar mereka (Amerika) menyampaikan pandangan seperti itu. Apakah cukup dengan sebatas laporan LSM lalu menjustifikasi PeduliLindungi melanggar HAM?,''  tanya dia.

Menurut dia, alangkah eloknya apabila Amerika bisa bertanya lebih dulu kepada kedutaannya yang ada di Indonesia sebelum mengeluarkan laporan seperti itu.

“Sekali lagi, jangan dong menjustifikasi laporan LSM untuk menyatakan bahwa Indonesia melanggar HAM. Sangat tidak fair kalau laporan analisa pelanggaran HAM dasarnya hanya sebatas LSM,”  tuturnya.

Kembali ditegaskan, bahwa laporan tentang sebuah pelanggaran HAM tidak cukup berdasarkan laporan LSM, terlebih lagi sekelas Negara Amerika. Untuk itu, dia mempertanyakan ada motif apa Amerika merilis isu seperti ini.

“Sebagai negara yang berdaulat, kita pantas mempertanyakan apa motivasi Amerika merilis isu pelanggaran HAM ini. Amerika harus dikoreksi, Kemenlu AS jangan semena-mena menilai suatu negara hanya berdasarkan laporan LSM tanpa adanya konfirmasi terhadap pemerintah Indonesia,” tukasnya.

Sebelumnya, dalam laporan berjudul "Indonesia 2021 Human Rights Report" yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS), pekan ini, disebutkan ada indikasi aplikasi pelacakan COVID-19 Indonesia, PeduliLindungi, telah melakukan pelanggaran HAM.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar