Kasus Begal NTB Kemungkinan Disetop, Efek Disindir Warganet!

Sabtu, 16 April 2022 11:43 WIB

Share
Amaq Sinta, korban begal yangb ditetapkan sebagai tersangka (kiri), konferensi pers di Polres Lombok Tengah. (Foto: diolah dari Twitter)
Amaq Sinta, korban begal yangb ditetapkan sebagai tersangka (kiri), konferensi pers di Polres Lombok Tengah. (Foto: diolah dari Twitter)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ada kabar baik dalam kasus begal yang menimpa Amaq Sinta. Diketahui Amaq Sinta menjadi korban begal malah ditetapkan sebagai tersangka setelah membunuh dua pelaku begal lantaran membela diri.

Terkait hal ini, Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Adrianto menyarankan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) mengundang pihak kejaksaan, tokoh masyarakat hingga agama untuk menentukan keputusan yang tepat terkait kasus Amaq Sinta.

Lanjut dia, legitimasi masyarakat menjadi dasar langkah Polda NTB untuk memutuskan kasus ini.

''Penindakan hukum yang tidak dapat legitimasi masyarakat dan bahkan mencederai rasa keadilan masyarakat untuk apa ditegakkan,'' ujar dia kepada wartawan, Jumat (15/4/2022).

Diketahui usai kasus tersebut viral dan menuai kritik dari masyaakat, kasus ini diambil oleh oleh Polda NTB. Di media sosial, kasus begal ini menuai sindiran pedas, dan bahkan memparodikannya.

Sebagaimana diketahui, Amaq Sinta dibegal oleh empat pelaku saat melintas di Jalan Raya Dusun Babila, Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, NTB, pada Minggu (10/4/2022) dini hari.

Ketika itu, Amaq Sinta mengendarai sepeda motor Honda Scoopy dihadang empat pelaku begal. Merasa dirinya terancam, Amaq Sinta lantas melawan begal, hingga akhirnya dua begal tewas di tangannnya. Sedangkan dua begal lainnya mengalami luka-luka.

Anehnya, sebagai korban malah dirinya ditetapkan sebagai tersangka. Sontak saja, penetapan tersangka mendapat sorotan warganet. (*)
 

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar