Kerennya Masjid Baitturahman Casablanca, Dibangun Ala Perahu Nabi Nuh

Sabtu, 16 April 2022 21:30 WIB

Share
Kerennya Masjid Baitturahman Casablanca, Dibangun Ala Perahu Nabi Nuh
Masjid Agung Al Munada Baitturahman atau Masjid Perahu berada si wilayah Casablanca, Jaksel. (Foto : poskota/zendy)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Masjid Agung Al Munada Darussalam Baiturrahman atau lebih dikenal sebagai Masjid Perahu dibangun karena terinspirasi dari kisah Nabi Nuh. Kisah tersebut memang sudah tidak asing lagi bagi para umat muslim.

Masjid yang terletak dibalik barisan gedung-gedung tingga di wilayah Casablanca Jakarta Selatan ini memiliki desain interior yang sangat minimalis. Lebih tepatnya masjid tersebut berada di Jl. Raya Casablanca, RT.3/RW.5, Menteng Dalam, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan.

Selain itu, para pengunjung jika ingin berkunjung ke Masjid Perahu tersebut harus rela masuk kedalam sebuah gang, dimana gang tersebut hanya cukup untuk satu motor saja.

Tapi tidak sampai sesulit itu, sesampainya disana, Masjid Perahu memiliki halaman yang cukup luas untuk para pengunjung sekaligus jamaah masjid. Kebanyakan saat ini, para pengunjung tersebut hanyalah orang yang berkantor dekat masjid tersebut.

Namun, Perahu tak kalah mewah dengan masjid lainnya jika dibandingkan. Karena jika pengujung baru saja tiba di dalam masjid, pasti langsung disuguhkan dengan angin semilir yang berhembusan dari pepohonan sekitar halaman masjid.

Masjid yang dibangun pada tahun 1960an itu dibangun melalui ide KH Abdurrahman Massud yang terinspirasi dari kisah Nabi Nuh, yaitu cerita tentang selamatnya umat nabi saat banjir dengan menumpang perahu buatan Nabi Nuh itu.

Menurut salah seorang yang saat ini menjadi pewakaf masjid, Bapak H. Nur Alim mengatakan dulu sebelum menjadi sebuah masjid seperti sekarang ini. Masjid perahu hanyalah sebuah mushola, kemudian saat itu terdapat seorang jamaah yang baru saja pulang dari Inggris.

Jamaah tersebut diketahui membawa sejumlah uang yang tujuan orang tersebut adalah ingin menyumbangkan uangnya untuk sebuah masjid.

Suatu ketika, seseorang tersebut tengah dikepung oleh beberapa prajurit dari Inggris. Dirinya langsung bergegas menyumbangkan uang tersebut ke mushola. Saat itu orang tersebut dikepung prajurit dari Inggris karena uang yang dibawanya itu. Tapi berdasarkan keterangannya uang tersebut adalah milik orang Indonesia.

"Ada salah satu jamaah itu terkepung dengan tentara inggris, diketahui dia bawa logistik dan logistik itu milik pemerintah Indonesia. Selama saat itu dia baru pulang di kejar tentara inggris, bawa pulang duit dan mau nyumbang buat masjid," kata H. Nuralim saat ditemui Poskota.co.id di rumahnya di wilayah Lenteng Agung.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar