Profil Putri Kus Wisnu Wardani, Bos Mustika Ratu yang Diboikot Warganet, Gegara Jenguk Ade Armando! 

Sabtu, 16 April 2022 10:24 WIB

Share
Putri Kus Wisnu Wardani, anggota Wantimpres sekaligus bos Mustika Ratu yang menjadi sorotan publik usai mengunjungi Ade Armando. (Foto: Instagram/@putri_k_wardani209)
Putri Kus Wisnu Wardani, anggota Wantimpres sekaligus bos Mustika Ratu yang menjadi sorotan publik usai mengunjungi Ade Armando. (Foto: Instagram/@putri_k_wardani209)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Nama Putri Kus Wisnu Wardani tengah menjadi sorotan publik setelah mengunjungi Ade Armando yang dikeroyok sejumlah orang dalam aksi mahasiswa pada 11 April kemarin di depan gedung DPR RI.

Ade Armando dipukuli massa hingga babak belur, kandung kemihnya bermasalah, serta mengalami pendarahan otak. Komunikasi Ade masih terbatas, menggunakan tangan atau bahasa isyarat. Saat ini, pegiat media sosial itu tengah dipantau tim dokter.
 
Lantas siapakah Putri Kus Wisnu Wardani yang tengah menjadi bahasan publik, berikut profil singkat putri Mooryati Soedibyo itu.
 
Putri Kus Wisnu Wardani merupakan anak pendiri sekaligus pemilik Mustika Ratu, Mooryati Soedibyo. Pada 2019, Putri menjabat sebagai komisaris utama PT Mustika Ratu Tbk.

Jebolan Master of Business Administration dari Universitas Nasional, Inglewood, California, itu kemudian melepaskan jabatannya setelah ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) 

Putri dipilih bersama delapan nama lain di antaranya Mardiono, Sidarto Danusubroto, Wiranto, Agung Laksono, Soekarwo dan Luthfi bin Yahya. Tugas Putri memberikan nasihat terkait pertimbangan ekonomi kecil kepada Presiden Jokowi.

Selain sebagai anggota Wantimpres, putri juga masih disibukkan dengan Mustika Ratu, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Pasalnya, Putri menjabat sebagai dewan Pembina Yayasan Putri Indonsia dan wakil ketua KADIN.

Putri juga menjabat sebagai kabid ekonomi kreatif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), ketua umum Perhimpunan Perusahaan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPAKI) serta ketua umum Asosiasi Merek Indonesia (AMIN).

Kendati segudang kesibukan menyertainya, Putri juga pernah menjadi produser film kolosal berjudul Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta, yang disutradarai Hanung Bramantyo. (*)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar