Masih Ditahan, Belum Tersangka, Pelaku Penyebar Video Hoaks Ibu Gorok Anak Saat Dibangunkan Sahur Minta Maaf ke Publik

Senin, 18 April 2022 18:35 WIB

Share
Masih Ditahan, Belum Tersangka, Pelaku Penyebar Video Hoaks Ibu Gorok Anak Saat Dibangunkan Sahur Minta Maaf ke Publik
Polisi menangkap pemuda berinisial MRA (23), pelaku penyebar video bernarasi hoaks seorang ibu menggorok leher anaknya kala hendak dibangunkan sahur. (Foto: Ardhi Ridwansyah)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemuda  berinisial MRA (23) yang merupakan penyebar video bernarasi hoaks ibu menggorok leher anaknya saat dibangunkan sahur meminta maaf kepada publik. 

MRA mengaku perbuatannya mengunggah video seorang anak perempuan berinisial MS (16) menangis dengan narasi hoaks akibat digorok ibu korban, Y (57) ke media sosial merupakan perbuatan salah. 

Sebab, video kejadian pada Jumat (15/4/2022) sekitar pukul 03.30 WIB disertai narasi itu diunggah ke media sosial tanpa mengonfirmasi kronologis kejadian kepada Y dan MS. 

"Enggak sengaja pak, salah informasi," jelas MRA saat ditanya Kapolsek Cipayung Kompol Bambang Cipto alasan menyebarluaskan video, Senin (18/4/2022).

Kepada pihak kepolisian, MRA mengaku mendapat video ketika MS menangis dari grup WhatsApp karena saat kejadian, tak berada di lokasi. 

Lalu, dia menyimpulkan sendiri kejadian dalam video sebagai aksi Y yang menggorok putrinya sendiri MS saat dibangunkan sahur. Lantas diunggah hingga ditonton lebih dari 20 juta warga dan mendapat ragam komentar warganet. 

"Saya simpulkan sendiri. Saya minta maaf buat korban yang bersangkutan, sekali lagi minta maaf," kata MRA.

Kapolsek Cipayung, Kompol Bambang Cipto menyampaikan untuk saat ini MRA belum dijadikan sebagai tersangka lantaran pihaknya masih menunggu laporan dari Y selaku pihak yang dirugikan. 

Namun dia memastikan MRA yang hingga kini belum menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Y dan MS atas ulahnya sementara ditahan di Mapolsek Cipayung.

Bambang juga mengimbau warga agar teliti terlebih dahulu ketika mendapat informasi agar tak terpengaruh hoaks dan tidak menghakimi seseorang yang belum tentu dia pelakunya. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar