Ratusan Buruh Geruduk Pabrik Minyak Goreng di Tanjung Priok, Tuntut Duit Pesangon yang Belum Dibayar

Kamis, 21 April 2022 20:41 WIB

Share
Ratusan Buruh Geruduk Pabrik Minyak Goreng di Tanjung Priok, Tuntut Duit Pesangon yang Belum Dibayar
Ratusan buruh menuntut perusahaan minyak goreng di Tanjung Priok, untuk membayarkan pesangon yang belum dibayarkan. (Foto: Poskota/Mohammad Ivan)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ratusan buruh pensiunan menggeruduk kantor produksi minyak goreng PT Salim Ivomas Pratama dengan tuntutan menagih hak pensiunan mereka yang hingga kini belum dibayarkan pihak perusahaan.

Aksi tersebut digelar tepat di blok akses keluar masuknya truk-truk perusahaan yang berisi minyak goreng.

Untuk membakar semangat unjuk rasa, para buruh diajak untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan pengeras suara.

“Kita bakal tetap di sini sampai tuntutan kita dipenuhi oleh pihak perusahaan, sampai sekarang belum ada tanggapan,” ujar Ketua Pimpinan Daerah FSP RTMM SPSI DKI, Kusworo, Kamis (21/4/2022).

Kusworo mengatakan tuntutan tersebut dilancarkan setelah melihat tidak ada respons dari perusahaan untuk membayar pesangon kepada pekerja yang sudah pensiun.

“Jadi yang kita tuntut adalah pembayaran pesangon teman teman dari Bimoli Priok dan Pluit untuk dibayarkan sesuai dengan PKB jadi tuntutan kami itu jelas,” katanya.

Dia mengatakan, bahwa aksi unjuk rasa dilakukan karena pihak perusahaan tidak bisa memberikan solusi terhadap masalah uang pesangon para pekerja terdampak.

Menurut Kusworo, pihaknya sudah beberapa kali melakukan mediasi baik lewat Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sudinakertrans) Jakarta Utara. Bahkan pihak kepolisian juga melakukan mediasi ke perusahan namun menemui jalan buntu.

“Karena sudah buntunya perundungan yang sudah diselesaikan juga melalui Sudinakertrans Jakarta Utara dan kepolisian juga sudah memberikan anjuran dan ternyata juga tidak ada solusi yang terbaik," ucap Kusworo.

“Karena hak yang selama ini ditunggu sebagai pekerja tentunya hak pensiun kami yang ingin kami dapatkan secara utuh sesuai dengan yang di perjanjian oleh pengusaha,” lanjutnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar