Disebut JIS Stadion Biasa, Gerindra: PDIP Harus Jujur dan Akui Keberhasilan Anies 

Jumat, 6 Mei 2022 19:22 WIB

Share
Disebut JIS Stadion Biasa, Gerindra: PDIP Harus Jujur dan Akui Keberhasilan Anies 
Jakarta International Stadium (JIS). (Foto: Aldi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta meminta kepada PDIP untuk mengakui bahwa Stadion Jakarta international Stadium (JIS), diselesaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan adalah merupakan sebuah prestasi.

"Orang punya mimpi, gubenur sebelumnya punya cita-cita, punya rencana tapi nggak pernah jadi. Terus ditunaikan, diselesaikan Pak Anies," ujar Sekertaris Komisi D DPRD DKI Jakarta, Syarif di Jakarta, Jumat (6/4/2022). 

Untuk itu, Gerindra meminta PDIP harus jujur dan berpikir realistis bahwa stadion bertaraf international tersebut adalah prestasi gubenur DKI Jakarta saat ini, yaitu Anies Baswedan. 

"Kan orang harus jujur. jujur kalo ada kebaikan, prestasi akui. Kalo ada nggak bener boleh kritik. Itu sudah nyata keberhsilannya," kata Syarif. 

Tak hanya itu, politikus Gerindra ini juga menyinggung perbandingan yang dilontarkan PDIP bahwa JIS dengan stadion di luar negari. 

"Terus dibandingkan dengan luar negeri ya nggak nyambung juga pembandingnya. Kalo mau bandingin ya di Indonesia lagi. Ganjar misalnya bisa apa? Gitu kan. Gitu cocok dibandingin," tandas Syarif. 

Diberitakan sebelumnya, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak tidak terima, jika JIS disebut sebagai mahakarya. Ia menyebut stadion kandang klub sepak bola Persija Jakarta itu sebagai stadion biasa. 

"Ini teknologi dan karya yang sudah ada lama di luar negeri, dengan beberapa sentuhan arsitektur Indonesia," kata Gilbert saat dihubungi wartawan, Rabu (4/5). 

Menurutnya, stadion dengan spesifikasi seperti JIS sudah banyak dibuat di kota lain di luar negeri. Fasilitas yang dimiliki JIS sekarang bukan satu-satunya di dunia. 

"Pernyataan JIS mahakarya adalah hiperbola karena di kota lain di luar negeri itu merupakan standar stadion. Baik untuk tenis, atau bola," tuturnya. 

Halaman
Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar