Kunjungi Muhammadiyah, Elektabilitas Ganjar Pranowo Langsung Melesat, Anies Baswedan dan Prabowo Sih Lewat...

Jumat, 6 Mei 2022 15:42 WIB

Share
Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo (Istimewa)
Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo (Istimewa)

JAKARTA,POSKOTA. CO.ID - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang disebut-sebut sebagai calon presiden (Capres) yang memiliki elektabilitas tertinggi dari hasil berbagai lembaga survei. Kini ia mulai merapat ke Muhammadiyah. 
      
Ia bertemu dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Di Tiro, Gondokusuman, Yogyakarta, Kamis (5/5/2022). 
     
Pertemuan Ganjar dan Haedar  membahas berbagai persoalan kebangsaan, termasuk persiapan Muktamar Muhammadiyah pada November 2022.
        
Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UIA) Dr Ujang Komarudin menilai apa yang dilakukan Ganjar itu tidak lain untuk mempertahankan elektabilitas elektabilitas-nya.


"Ganjar memiliki elektabilitas tertinggi masuk tiga besar, bersama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Ini yang harus dipertahankan Ganjar;" papar Ujang yang dihubungi di Jakarta, Jumat (6/5/2022). 
       
Ia menambahkan meskipun belum ada partai politik yang akan mengusungnya, termasuk  partainya sendiri, khususnya elit PDIP tidak menyukai Ganjar  karena sudah bulat untuk mengusung Puan Maharani sebagai capres. 
      
"Sehingga Ganjar harus berjuang sendiri  untuk meningkatkan elektabilitas-nya dan nanti juga ia akan melakukan safari ke PBNU atau organisasi kemasyarakatan lainnnya," papar Ujang. 
      
Ujang menilai apa yang dilakukan Ganjar sudah tepat meskipun elektabilitas sudah tinggi tapi dia harus terus berusaha untuk meningkatkannya, karena masih di bawah 30 persen. 

      
Ia menjelaskan begitu juga dengan capres lainnya seperti Prabowo Subianto dan Anies Baswedan juga akan melakukan hal yang sama untuk mempertahankan elektabilitas.
    
Ujang menambahkan begitu juga yang dilakukan Anies Baswedan bersama ribuan umat muslim di Jakarta melaksanakan salat Idulfitri di Jakarta International Stadium (JIS) tetap ada motivasi politiknya untuk mempertahankan elektabilitas-nya.

(Agus Johara)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar