Newbie Jangan Coba-coba Prostitusi Online, Akibatnya Seperti Pria Ini, Open BO Tarif 500 Ribu Kehilangan Uang 9 Juta

Senin, 9 Mei 2022 19:52 WIB

Share
Newbie Jangan Coba-coba Prostitusi Online, Akibatnya Seperti Pria Ini, Open BO Tarif 500 Ribu Kehilangan Uang 9 Juta
Ilustrasi prostitusi online. (Foto: Pixabay)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Bak peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga pula, mungkin kalimat itu cocok untuk disematkan kepada E (33) yang menjadi korban penipuan dan pemerasan saat hendak berniat menikmati jasa prostitusi online yang ia ketahui via media sosial Instagram.

Pasalnya, alih-alih mendapatkan apa yang diharapkannya, E justru harus merugi lantaran saldo rekeningnya berkurang hingga sekitar Rp. 9.150.000 akibat diancam percakapannya dengan pelaku akan disebar di media sosial. Akibatnya, E pun melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada pihak Kepolsiian guna ditindaklanjuti.

Menanggapi hal tersebut, Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Josias Simon mengatakan, dalam kasus imi kemungkinan besar sosok pelaku telah mengetahui bahwa korbannya merupakan 'pemain baru' (newbie) yang ingin mencicipi dunia esek-esek.

"Kalau dari kasus ini, yang saya lihat pelaku berhasil memanfaatkan situasi yang ada. Maksudnya, pelaku ini kemungkinan besar mengetahui bahwa korbannya merupakan 'orang baru' yang ingin terjun mencicipi dunia prostitusi," kata Josias saat dihubungi Poskota.co.id Senin (9/5/2022) malam.

Menurut Josias, pelaku berhasil mengetahui bahwa korbannya adalah 'pemain baru' dalam dunia prostitusi online, dapat dilihat pada bagaimana keluguan korban yang langsung terpikat dengan hanya melihat foto-foto pelaku yang dijajakan di media sosial.

Sebab prostitusi online, ujar dia, dalam proses transaksinya tidak seminimal itu. Ada tahap-tahap atau pihak-pihak yang memiliki keterlibatan dalam mengelola bisnis haram tersebut.

"Prostitusi online kan transaksinya biasanya tidak seperti itu, ada tahap-tahap dan ada pihak-pihak lain yang memiliki keterlibatan. Dalam kasus ini, menurut saya, korban langsung dengan mudah terpikat ketika melihat foto-foto yang dijajakan oleh pelaku di media sosial pelaku," ucap dia.

"Nah, hal itu lah yang kemudian dimanfaatkan oleh pelaku. Kan kalau memang korbannya ini 'pemain lama' dia pasti punya pengalaman untuk dapat membedakan mana yang fiktif dan yang asli," sambung Josias.

Penulis buku Senjata Api dan Penanganan Tindak Kriminal itu menuturkan, keluguan korban semakin terlihat jelas dari apa yang dilakukannya dengan mentransfer sejumlah uang kepada pelaku yang notabene baru dikenalnya dan belum pernah bertemu langsung di dunia nyata.

"Kan kalau dia 'pemain lama' kayaknya tidak mungkin untuk langsung mau memberikan sejumlah uang begitu saja tanpa bertemu terlebih dahulu dengan orang yang bersangkutan. Terlebih, ketika dimintai mentransfer uang kembali si korban ini mengangguk saja sebelum benar-benar sadar akan kejanggalan," tuturnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar