Ya Allah, Bocah di Kalideres Alami Gizi Buruk, ke Mana aja Ketua RT Setempat

Senin, 9 Mei 2022 16:24 WIB

Share
Ya Allah, Bocah di Kalideres Alami Gizi Buruk, ke Mana aja Ketua RT Setempat
Dafa (2), balita yang mengalami gizi buruk di Kalideres, Jakarta Barat. (Foto: Poskota/Pandi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Seorang balita di Kalideres, Jakarta Barat bernama Dafa Juniarka berusia dua tahun, mengalami gizi buruk sejak umurnya masih 1,5 tahun.

Seluruh tubuhnya nampak kurus kering seakan kekurangan asupan gizi.

Dafa tinggal di sebuah perkampungan kecil yang cukup kumuh di Jalan Lingkungan III RT014 RW003, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Dia tinggal di sebuah rumah yang nampak seperti gubuk.

Di sekitar rumah Dafa, tampak terlihat kumuh dan kotor lantaran rumahnya yang berdekatan dengan kali dan lingkungan di rumahnya yang memang masih kumuh.

Sawiyah (40), adik dari ibu Dafa mengatakan, kondisi keponakannya tersebut mulai terlihat sejak usianya masih 1,5 tahun. Awalnya Dafa sering terjatuh dan suka diurut oleh orang tuanya.

"Dari umur 1,5 tahun. Awalnya suka jatuh terus keseleo, namanya anak kecil kan. Nah terus orang sama orang tuanya diurut, kalo abis jatuh itu diurut," kata Sawiyah saat ditemui, Senin (9/5/2022).

Lambat laun, kondisi tubuh Dafa semakin kurus kering. Badannya seakan termakan oleh virus yang sampai saat ini belum ketahuan penyebabnya itu.

Orang tua Dafa kemudian membawa anaknya ke dokter di dekat rumahnya. Kata dokter, Dafa hanya mengalami batuk pilek, kemudian diberikan obat.

Namun, kondisi Dafa tak kunjung membaik. Justru tubuhnya malah semakin memprihatinkan.

Sawiyah mengatakan, saat itu dokter menyarankan untuk merawat Dafa. Namun orang tuanya tidak berani karena satu hal, yakni perekonomiannya yang kurang.

"Orang tuanya mau Dafa dirawat, tapi takut karena ekonominya nggak ada. Orang tuanya takut dirawat, takut ngeluarin biaya banyak, orang tuanya cemas nggak ada duit," jelasnya.

Menurut Sawiyah, ayah Dafa hanya bekerja sebagai petugas kebersihan di salah satu pabrik dan juga bekerja sebagai pekerja serabutan.

Uang hasil pekerjaannya tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara orang tuanya harus menghidupi kelima anaknya. Dafa sendiri merupakan anak terakhir.

Dikatakan Sawiyah, sejak kondisi tubuh Dafa mulai menyusut, Dafa kerap menangis dan rewel. Bahkan tidak pernah nafsu makan.

"Suka nangis, rewel gitu. Kalo makan paling cuma dua suap, makannya bubur. Orang tuanya ngasih susu tapi anaknya itu nggak mau dikasih susu," ucapnya.

Sawiyah menjelaskan, baru-baru ini, Dafa mulai mendapat perhatian dari pihak kelurahan dan kepolisian. Belum lama, Dafa mendapatkan bantuan dari mereka.

"Baru kemarin ini bu lurah sama kapolsek ngasih bantuan. Pak camat juga ngasih bantuan. Kalo kemarin kemarin masih belum ada yang ngasih bantuan," tutur Sawiyah.

Kini, Dafa tengah dirawat di rumah sakit berkat rujukan puskesmas.

"Ya alhamdulillah banyak yang bantu jadi orang tuanya juga berani anaknya mau diirawat. Kemarin itu nggak berani karena takut dirawat nggak ada biaya, takut ngeluarin duit banyak," tukasnya. (Pandi)

Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar