Hari ini Sidang Kasus Sejoli Nagreg Kembali Digelar, Agenda Pembacaan Replik 

Selasa, 17 Mei 2022 08:55 WIB

Share
Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana sejoli Nagreg, Kolonel Inf Priyanto (kiri). (Foto: Poskota/Ardhi)
Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana sejoli Nagreg, Kolonel Inf Priyanto (kiri). (Foto: Poskota/Ardhi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Oditur Militer Tinggi II Jakarta membacakan replik atau tanggapan atas pledoi Kolonel Inf Priyanto, terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana sejoli Nagreg, Handi Saputra dan Salsabila.

Sidang dijadwalkan akan berlangsung hari ini, Selasa (17/5/2022) pukul 09.00 WIB.

"Jadi (hari ini sidang). Untuk waktunya menyesuaikan dengan kegiatan majelis hakim," ujar Oditur Militer Tinggi II Jakarta, Kolonel Sus Wirdel Boy, kepada wartawan, Selasa (17/5/2022).

Lanjut Wirdel, Oditur Militer Tinggi II akan membantah ketidakterbuktian pasal-pasal yang disampaikan tim penasihat hukum Priyanto saat agenda pembacaan pledoi atau nota pembelaan yang digelar pada Selasa (10/5/2022) lalu.

"Pastinya bantahan terhadap ketidakterbuktian pasal-pasal yang disampaikan dalam pledoi penasihat hukum," jelas Wirdel.

Sebelumnya, dalam sidang beragendakan pembacaan pledoi, tim penasihat hukum Kolonel Priyanto menolak dakwaan Oditur Militer Tinggi pasal primer 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 328 tentang Penculikan.

"Menyatakan bahwa terdakwa Kolonel Inf Priyanto tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan oleh Oditur Militer Tinggi pada dakwaan kesatu primer Pasal 340 jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP dan dakwaan kedua alternatif pertama Pasal 328 KUHP jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP," ujar satu penasihat hukum, Chk Aleksander Sitepu saat membacakan pleidoi di ruang sidang.

Oleh karena itu, penasihat hukum terdakwa dalam pleidoinya meminta majelis hakim untuk melepas terdakwa dari jerat dua pasal itu.

"Membebaskan terdakwa Kolonel Inf Priyanto dari segala dakwaan dan tuntutan pada dakwaan ke satu primer dan dakwaan alternatif pertama atau setidak-tidaknya melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum pada dakwaan kesatu primer dan dakwaan alternatif pertama," kata Aleksander.  (Ardhi) 

Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar