UAS Dituduh Ektremisme, PKS Geram Desak Singapura Minta Maaf 

Kamis, 19 Mei 2022 11:59 WIB

Share
Ustaz Abdul Somad. (Foto: Ist)
Ustaz Abdul Somad. (Foto: Ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID -  Anggota DPR Fraksi PKS, Bukhori Yusuf meradang atas insiden penolakan Ustaz Abdul Somad (UAS) oleh Pemerintah Singapura.

"Secara prinsip kami dapat menghormati hak otoritas Singapura untuk menerima atau melarang kedatangan warga negara asing yang memasuki wilayah kedaulatannya,” ujarnya, Kamis (19/5/2022).

Anggota Komisi VIII DPR ini menyayangkan atas pernyataan Pemerintah Singapura yang menyebut UAS sebagai pendakwah yang menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi.

"Kami menganggap pernyataan tersebut sebagai tuduhan yang serius dan sensitif bagi umat Islam. Ceramah UAS dapat diterima luas oleh masyarakat Indonesia,'' ucapnya.

"UAS adalah ulama yang bersikap positif sekaligus intelektual yang memiliki sumbangsih terhadap dakwah Islam dan penyelesaian problematika umat Islam juga telah diakui oleh Malaysia dan Brunei Darussalam," sambung dia.

Di sisi lain, Anggota Badan Legislasi ini menduga penolakan UAS dilatarbelakangi oleh motif politik karena posisi UAS yang tegas mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina terkait konflik di Palestina-Israel. 

Sebaliknya, posisi Singapura sendiri adalah sekutu dekat Israel di Asia Tenggara yang hingga saat ini belum mengakui kemerdekaan Palestina.

"Kami menghargai sikap mereka untuk menolak. Akan tetapi, kami tidak bisa menerima pernyataan mereka yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya sehingga menyakiti hati umat Islam. Sebab itu, kami meminta pernyataan itu segera dicabut," tegasnya.

Adapun UAS pernah mendapatkan gelar kehormatan dari International Islamic University College Selangor Malaysia pada Januari 2022. 

Gelar tersebut diberikan karena UAS dinilai memiliki peranan terhadap bidang dakwah Islam dan ceramahnya dianggap tidak pernah menimbulkan kontroversi.

Halaman
Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar