Alhamdulillah...Ade Armando Sudah 'Sembuh', Kecam Penolakan Pendirian Masjid di Aceh 

Jumat, 20 Mei 2022 09:17 WIB

Share
Alhamdulillah...Ade Armando Sudah 'Sembuh', Kecam Penolakan Pendirian Masjid di Aceh 
Ade Armando (Dok SMRC)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS), Ade Armando mengecam penolakan pendirian Masjid Taqwa di Samalanga, Bireuen, Aceh. Satpol PP Kabupaten Bireuen juga ikut-ikutan menolak.

"PIS percaya setiap warga berhak untuk mendirikan rumah ibadah sebagai bagian dari upaya menjalankan ajaran agama dan melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Hak-hak tersebut dijamin dalam konstitusi. Pihak mana pun tidak berhak menguranginya,” kata Ade, Kamis, (19/5/2022)

Sebelumnya, Satpol PP Kabupaten Bireuen dikabarkan membongkar tiang beton Masjid Taqwa pada Kamis (12/5/2022). Kabar viral di media sosial setelah Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Mu’thi, angkat bicara lewat akun Facebooknya.

Pembongkaran tiang Masjid Taqwa terjadi karena terganjal izin mendirikan bangunan (IMB). Ini imbas dari keluarnya surat putusan dari Pemerintah Kabupaten Bireuen tertanggal 16 Maret 2021 yang pada intinya menyatakan menunda pemberian IMB untuk Masjid Taqwa. 

Sehingga, panitia pembangunan masjid tidak dibolehkan melaksanakan pembangunan sampai tercapai kesepakatan ‘damai’ antara panitia dengan warga sekitar.

Belakangan, beberapa perangkat desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat melaporkan adanya aktivitas pembangunan Masjid Taqwa kepada Camat Samalanga. Pada 11 Mei 2022, Camat Samalanga mengirimkan surat kepada ketua panitia agar menunda pembangunan masjid.

Namun, pihak panitia terus melanjutkan pembangunan masjid. Pihak panitia beralasan tidak mau pembangunan masjid terus dibiarkan terbengkalai.

Masalah terkait pendirian Masjid Taqwa bukan terjadi pada kali ini saja. Pada Oktober 2017, tiang-tiang masjid pernah dibakar oleh massa intoleran. Mereka menolak keberadaan Masjid Taqwa dan itu berimbas pada IMB yang tidak kunjung diberikan. Apa yang terjadi ini mengingatkan kita bahwa ada persoalan serius dengan pemenuhan hak warga untuk membangun rumah ibadah.

Secara demografis, mayoritas warga di Samalanga adalah muslim. Bahkan Samalanga dikenal sebagai daerah santri karena di sana terdapat banyak dayah (pesantren). Meski begitu, dari sisi aliran keislaman, mayoritas warga Samalanga bukan Muhammadiyah. Bisa dibilang, Muhammadiyah adalah kelompok minoritas di Samalanga. (rizal)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar