Bawa Patung Tikus Berdasi, Massa Buruh: Itu Simbol Rezim Boneka Tukang Ngutang, Hasil Utangnya Dikorupsi

Sabtu, 21 Mei 2022 19:47 WIB

Share
Bawa Patung Tikus Berdasi, Massa Buruh: Itu Simbol Rezim Boneka Tukang Ngutang, Hasil Utangnya Dikorupsi
Boneka peraga dalam bentuk orang dan kepala tikus yang dibawa massa buruh dalam aksi demo 21 Mei.(ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dalam aksi unjuk rasa peringatan May Day yang digelar di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Sabtu, (21/5/2022) massa buruh membawa boneka peraga berukuran besar berupa tubuh orang dan kepala tikus memakai dasi dan membawa buku tebal besar.

Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Nining Elitos menjelaskan makna dari boneka peraga yang dibawa oleh massa ialah untuk menggambarkan para koruptor yang rakus yang telah merusak tatanan kehidupan.

"Ada dua alat peraga yang kita bawa. Pertama adalah tentang tikus yang berdasi. Di mana kekuasaan yang rusak hari ini adalah akibat para koruptor yang rakus bagaimana merusak tatanan kehidupan dan merusak sebuah sistem yang ada di negara kita. Akhirnya membuat kita harus berutang besar dan kemudian rakyat menjadi korban utamanya," jelas Nining.

"Itu akhirnya membuat kebijakan yang berbagai macam yang tidak berpihak dan salah satunya pencabutan subsidi, kenaikan-kenaikan kebutuhan hidup, menunjukan bahwa negara kita dalam darurat korupsi," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan makna buku besar dan tebal yang dibawa oleh massa buruh ialah sebagai penggambaran Omnibuslaw UU Cipta Kerja.

"Yang kedua adalah sebuah buku besar omnibuslaw UU Ciptaker, Undang-undang cilaka yang dibuat secara ugal-ugalan yang sangat tidak demokratis," ucapnya.

Kemudian, lanjut Nining, dibuat dalam waktu yang sangat singkat,  seperti kemerdekaan Indonesia gitu ya dibuat dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, tetapi mengabaikan aspek kemanusiaan kesejahteraan rakyat.

Ratusan massa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Buruh bersama Rakyat (Gebrak) dan  Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat pada Sabtu, (21/5/2022).

Aksi ini digelar untuk memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), Hari Kebangkitan Nasional serta 24 Tahun Reformasi.

(Rika Pangesti)
 

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar