Senjata Makan Tuan, Truk Rusia Hancur Ditembak Brigade Ukraina Gunakan Peluncur Granat RPG Bekas Buatan Uni Soviet

Sabtu, 21 Mei 2022 14:46 WIB

Share
Truk diduga milik tentara Rusia dihancurkan tentara Ukraian menggunakan pelontar granat jenis RPG.(ist)
Truk diduga milik tentara Rusia dihancurkan tentara Ukraian menggunakan pelontar granat jenis RPG.(ist)

UKRAINA, POSKOTA.CO.ID - Sebuah rekaman yang memperlihatkan sebuah truk diduga milik Rusia hancur lebur dihantam peluncur granat di kawasan Rubizhne, Ukraina. Peristiwa yang diceritakan Sergey.gaidai.loga, sang pengunggah video itu, hancurnya truk Rusia terjadi pada Kamis (19/5/2022).

"Masih cantik. Ini disebut,tidak ada yang bisa didorong ke Rubížne KITA!" kata Sergey dalam narasi yang dibuatnya pada Jumat (20/5/2022).

Menurut Sergei, tentara Ukraina akan terus melakukan perlawanan terhadap siapa pun yang merusak kota mereka. 

"Jadi akan terjadi pada semua orang yang membunuh orang-orang kita dan menghancurkan kota-kota kita! Orc sekarang,  Kita akan menang, Ukraina. Kami percaya pada Angkatan Bersenjata Ukraina!" serunya,  semangat.

Tak disebutkan, jenis pelontar granat apa yang dipakai pasukan Ukraina untuk menghancurkan truk Rusia tersebut.

Namun dalam tayangan, sebelum dihancurkan, terlihat seorang awak truk berjalan di sisi lalu naik ke atas. Hingga kemudian, pelontar granat itu meluncur dan menghancurkan truk dan tentu saja merengut sang awak truk tersebut.

Namun biasanya dalam perang kota, selain senjata ringan dan berat, granat portable RPG-7 juga menjadi andalan untuk dipakai pasukan. Baik itu dari pihak Ukraina dan pendukungnya atau pun dari pihak Rusia serta pasukan pendukung lainnya. 

RPG-7 adalah peluncur granat portabel yang digunakan dengan cara memanggul dari bahu. RPG berpeluncur roket ini sebagai senjata anti-tank. 

Sebelum RPG-7, jenis senjata yang dirancang Uni Soviet ini merupakan kelanjutan dari  RPG-2. Sekarang ini diproduksi oleh perusahaan Rusia Bazalt. 

Efektivitas RPG-7 telah menjadikan senjata anti tank yang paling banyak digunakan di dunia. hingga saat ini sekitar 40 negara menggunakan senjata tersebut. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar