Sinyal Kuat Jokowi Dukung Ganjar di Pilpres 2024, Pengamat Politik: Presiden Harus Netral!

Minggu, 22 Mei 2022 09:00 WIB

Share
Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (Foto: Kolase olahan dari Google)
Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (Foto: Kolase olahan dari Google)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Menjelang pilpres 2024 beberapa nama muncul ke permukaan sebagai kandidat kuat pengganti Jokowi. Salah satunya adalah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang mempunyai elektabilitas tertinggi dari hasil survei berbagai lembaga.

Bahkan, Ganjar sendiri diundang menghadiri Rakernas V Projo yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi. Hal tersebut menjadi bukti kuat apabila Jokowi kemungkinan besar akan mendukung Ganjar pada pesta demokrasi dua tahun mendatang.

"kemarin kan ada pernyataan 'Yang kita dukung hadir disini', Saya lebih melihat ini awal mula bahwa bahasa simbol yang kuat, katakanlah ini arah dukungan ke arah Pak Ganjar. Saya tidak tahu apakah dipilihnya Magelang adalah simbol, masih belum bisa menjelaskan,” ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya kepada Jakarta.Poskota.co.id, Minggu (22/5/2022).

Yunarto menjelaskan, Ganjar memiliki rating popularitas dan elektabilitas paling tinggi di antara figur-figur yang disebut dalam lembaga survei kredibel. Ganjar disebut-sebut layak menjadi penerus Jokowi.

“Ganjar sudah ratingnya tertinggi dan ketika ditanya brand association dari Ganjar memang dia dianggap paling kuat menjadi penerus Jokowi dibandingkan dengan nama-nama lain,” jelasnya.

Menurut Yunarto, figur yang didukung Jokowi akan memiliki keuntungan secara pemilih dan kekuatan partai, apabila Jokowi sampai akhir masa jabatanya memiliki rapor yang bagus di mata masyarakat.

Namun tanggapan berbeda dilontarkan, pengamat Politik Hendri Satrio. Menurutnya, alangkah baiknya apabila Presiden Jokowi bersikap netral pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut. 

"Kalau mau maju ya silahkan apalagi yang mumpuni, namun alangkah baiknya apabila presiden harus netral pada pilpres nanti. Hal tersebut dimaksudkan agar pesta tersebut berjalan adil dan imbang atau demokrasi yang fair play,"kata Hendri secara terpisah. (CR04)

Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar