Terseret Sejauh 6 Meter, Polisi Gadungan Perampas Hape Terpaksa Dioperasi di Bagian Otak

Senin, 23 Mei 2022 17:21 WIB

Share
Terseret Sejauh 6 Meter, Polisi Gadungan Perampas Hape Terpaksa Dioperasi di Bagian Otak
Ilustrasi penganiayaan karena uang Binomo terkuras (Freepick)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Seorang pria berinisial SND (44) yang melakukan penipuan berkedok penggrebekan di Cilandak Timur, Jakarta Selatan saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Polri Kramar Jati Jakarta Timur. SND menipu seorang warga berinisial AP denga membawa kabur handphone genggam milik AP.

Diketahui, SND setelah melakukan aksinya itu sempat dikejar oleh warga setempat yang mengetahuinya. Saat dilakukan pengejaran oleh warga, SND jatuh tersungkur ke pinggir jalan Madrasah 1, Cilandak Timur, Jakarta Selatan.

Selanjutnya, Kapolsek Cilandak Kompol Multazam mengatakan, sampai saat ini pelaku penipuan masih melakukan perawatan secara intensif di rumah sakit. Sebab, dia mengalami luka pada bagian kepala akibat terjatuh dan terseret sejauh 6 meter.

"Masih, baru operasi di otak kan ada luka yang diakibatkan karena laka lantas dia menginjak street bump terus terjatuh," kata Multazam saat dikonfirmasi, Senin (23/5/2022).

Adapun fakta baru yang didapat terkait aksi sang polisi gadungan yang berakhir pingsan usai menghantam polisi tidur. Ternyata aksi pelaku yang menyamar sebagai anggota polisi itu hendak beraksi mendatangi sejumlah kafe di Cilandak dengan modus razia narkoba.

"Awal kejadian pelaku dengan mengaku sebagai anggota Polri mendatangi korban dan memeriksa handphone milik korban dengan alasan akan melakukan razia narkoba di kafe-kafe di sekitar TKP," ungkap Multazam.

Kemudian, sang polisi gadungan itu meminta untuk menunjukkan lokasi sejumlah kafe yang akan menjadi tempat dilakukan razia. Pada saat itu pula, SND meminta korban untuk menitipkan ponsel genggam tersebut kepada rekannya.

Tiba di kafe yang diklaim sebagai lokasi razia, sang polisi gadungan meminta korban untuk menunggu di sana sementara waktu. Pelaku SND pun pergi ke titik awal dan menghampiri rekan korban.

Multazam menyebutkan, pelaku kemudian meminta ponsel genggam kepada rekan korban tersebut. Rekan korban yang merasa percaya menyerahkan begitu saja ponsel genggam tersebut kepada pelaku.

"Setelah itu handphone dibawa kabur oleh pelaku sehingga akhirnya terjadi kejadian kejar-kejaran antara korban dengan pelaku," papar Multazam.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar