Wah, Dana Asing Mulai Deras Masuk ke Pasar Saham, Bukti Indonesia Tak Terpengaruh Geopolitik Perang Rusia-Ukraina

Senin, 23 Mei 2022 15:53 WIB

Share
Wah, Dana Asing Mulai Deras Masuk ke Pasar Saham, Bukti Indonesia Tak Terpengaruh Geopolitik Perang Rusia-Ukraina
Data statistik inflasi Indonesia naik 0,95 % ternyata membuat dana asing masuk deras ke Indonesia.(Sumber Foto: Ttradingeconomics)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi per April 2022 telah mencapai 3,47 persen . Dengan demikian, secara bulanan inflasi ini mengalami kenaikan 0,95 persen.

BPS berharap pemerintah dan Bank Indonesia harus mengantisipasi laju inflasi yang terjadi dari guncangan ekonomi global yang berimbas ke dalam negeri. Seperti kenaikan harga komoditas energi sebagai dampak dari geopolitik antara Rusia dan Ukraina.

BPS mengusulkan agar antisipasi dari tiga sisi, yakni sisi kebijakan fiskal, sisi moneter dan memastikan target laju inflasi pada 2022 terjaga di kisaran 3 persen.

Pengamat pasar modal,  yang juga seorang trader, Himawan Sutanto mengingatkan, jika langkah memperketat kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi ini akan berdampak terhadap pasar modal. 

Jika hal itu terjadi, investor berpotensi mengalihkan investasi ke instrumen yang lebih rendah risiko seperti obligasi, deposito atau bahkan emas. 

"Kondisi ini dikhawatirkan akan membuat minat investor ke stok market jadi berkurang," jelas Himawan.

Hal lain yang patut dicermati adalah naiknya harga-harga komoditas yang diimpor oleh Indonesia sehingga dapat menekan profit margin emiten dan bergantung pada impor dan bahan baku terkait. 

Kondisi ini sudah tampak pada beberapa harga saham emiten sektor consumer yang belum lepas dari tren penurunan.

Meski demikian, menurut Himawan,  setidaknya ada beberapa faktor yang mendorong derasnya dana asing masuk ke pasar saham Indonesia. Pertama, faktor pemulihan ekonomi Indonesia yang dipandang baik, beriringan dengan penanganan Covid-19 yang menunjukkan perbaikan .

"Hal ini menumbuhkan kepercayaan diri pemerintah untuk melonggarkan mobilitas masyarakat, sehingga roda perekonomian dapat cepat berputar," ujar Himawan.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar