Naik di Pringkat 2, Ekspor Makanan Halal ke Negara-negara Anggota OKI Terus Meningkat

Selasa, 24 Mei 2022 17:46 WIB

Share
Naik di Pringkat 2, Ekspor Makanan Halal ke Negara-negara Anggota OKI Terus Meningkat
Logo halal terbaru. (Foto: Ist)

JAKARTA POSKOTA.CO.ID- Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin merasa gembira ekspor makanan halal Indonesia ke negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) terus meningkat.
       
"Salah satu yang menggembirakan adalah sektor makanan halal yang naik ke peringkat ke-2. Dan jika diperhatikan datanya, terjadi peningkatan ekspor makanan halal Indonesia ke negara-negara OKI," terang Wapres.
      
Hal itu disampaikan Wapres dalam sambutannya pada acara Halal Industry Event, di Jakarta, Sabtu (24/5/2022). Hadir dalam acara itu, sejumlah menteri di antaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Erick Thohir  dan lainnya.
        
"Begitu pula kodifikasi ekspor produk halal yang terintegrasi, diakui sebagai inovasi yang mendongkrak peringkat sektor ini," tegas Wapres.


        
Wapres mengutarakan, sektor makanan halal menarik untuk dicermati karena dunia saat ini menghadapi persoalan yang sama, yaitu keamanan pangan.
       
"Inflasi harga dan gangguan rantai pasok akibat krisis iklim maupun kondisi geopolitik, justru ini membuka peluang peningkatan perdagangan intra-OKI, investasi pada riset dan inovasi teknologi pangan hingga digitalisasi sistem ketelusuran halal," tambahnya.
       
Demikian pula capaian Indonesia pada sektor makanan halal juga membawa pesan kuat bahwa kita memiliki modal dan potensi besar, utamanya untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia. Hanya saja, perlu terobosan-terobosan baru yang konkret dan implementatif. 
      
Wapres juga mendorong agar terus dilakukan  riset dan inovasi. Sebab  tsnpa dukungan riset dan inovasi, kita akan kehilangan peluang besar untuk ekspor produk halal, baik ke negara-negara OKI maupun non-OKI. 


Selain itu, kolaborasi riset akan mendorong inovasi pada industri produk halal, termasuk untuk memenuhi kebutuhan bahan dan produk substitusi impor.  

"Beberapa waktu lalu di Yogyakarta, saya meresmikan fasilitas riset pangan BRIN (Badan Riset Inovasi Nasional) sebagai laboratorium rujukan riset halal Indonesia. Hal ini adalah itikad dan ikhtiar bersama untuk terus maju dalam inovasi-inovasi berbasis riset dan teknologi," ujarnya. 
(Agus Johara)
 

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar