Setelah Donbass dan Mariupol Jatuh, Kini Kota Popasna Dikuasai Rusia, Zelensky Merengek Minta Swiss Beri Sanksi Ekonomi ke Putin

Selasa, 24 Mei 2022 13:02 WIB

Share
Setelah Donbass dan Mariupol Jatuh, Kini Kota Popasna Dikuasai Rusia, Zelensky Merengek Minta Swiss Beri Sanksi Ekonomi ke Putin
Parade tank pasukan Rusia terlihat sudah memasuki Kota Popasana di Ukraina Timur setelah tiga bulan mengepung untuk merebut wilayah itu dari tangan tentara Ukraina.(tangkapan layar)

UKRAINA, POSKOTA.CO.ID - Setelah Mariupol, Tentara Rusia dibantu militan Chechnya berhasil menguasai penuh Kota Popasna di Ukraina Timur.

Ini terlihat dari video rekaman yang diungah Channel Anna yang memperlihatkan sejumlah tank Rusia berparade memasuki kota yang sudah tiga bulan tersebut dikepung pada Selasa (24/5/2022).

Beberapa pekan lalu, Chechnya dan Mowkow mengklaim telah menguasai Popasna. Namun klaim tersebut dibantah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensyy. Diduga saat itu, Pasukan Rusia dan Chechnya memang sudah mengepung Popasna.

Namun baru pekan ini bisa memperlihatkan bukti bahwa Popasna telah jatuh ke tangan Moskow.

Belum ada kabar spesifik jatuhnya Popasna ke tangan Rusia. Klaim dari pihak Moskow berapa jumlah tentara dan korban dalam pertempuran selama 3 bulan untuk menguasai kota itu. Dari pihak Ukraina pun belum ada keterangan sejauh mana tentaranya tewas dan tertawan akibat serangan udara dan darat tersebut.

Sebelumnya, Mariupol pun sudah dikuasai penuh Rusia. Penguasaan salah satu kota penting itu membuat Zelenskyy berkeluh kesah ke dunia barat. Dia mengungkapkan, jatuhnya Mariupol merupakan sejarah buruk dalam konflik ini. Ukraina mengalami kerugian terburuknya dari satu serangan Rusia . 

Presiden Ukraina, Zelenskyy mengatakan, 87 orang tewas pekan lalu ketika pasukan Rusia menyerang sebuah barak di pangkalan pelatihan di utara. Fakta tersebut menunjukkan keperkasaan Rusia menimbulkan kerugian besar bagi Ukraina. 

Sebelumnya, pihak Ukraina mengakui delapan orang tewas dalam serangan 17 Mei di barak di kota Desna. Pertempuran Meningkat di Donbas, Ukraina Tak Yakin Gencatan Senjata Tercapai “Hari ini kami menyelesaikan pekerjaan di Desna. Di Desna, di bawah reruntuhan, ada 87 korban jiwa. 

"Delapan puluh tujuh mayat,” kata Zelenskyy dalam pidatonya melalui tautan video kepada para pemimpin bisnis di Davos, Swiss, seperti dikutip dari Reuters. 

Moskow mengklaim, mereka menyerang pangkalan pelatihan dengan rudal jarak jauh. Jumlah korban tewas yang diumumkan Zelenskyy pada hari Senin (23/5/2022) kemarin lebih dari dua kali lipat jumlah yang tewas dalam serangan serupa di pangkalan pelatihan Ukraina di Yaraviv di barat pada bulan Maret lalu. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar