Terjadi Korsleting Listrik Akibat Rumah Dijadikan Bengkel, 30 Pemukiman Tetangga Lainnya Hangus Dilalap Si Jago Merah

Selasa, 24 Mei 2022 15:43 WIB

Share
Terjadi Korsleting Listrik Akibat Rumah Dijadikan Bengkel, 30 Pemukiman Tetangga Lainnya Hangus Dilalap Si Jago Merah
Puluhan rumah kontrakan di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ludes dilalap si jago merah. (Foto: Poskota/Zendy)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sejumlah rumah padat pemukiman di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan hangus dilahap si jago merah. Di duga, api berasal dari sebuah rumah yang dijadikan sebuah bengkel.

Wakil Camat Kebayoran Lama, Sidik Rawanta mengatakan bahwa kebakaran pemukiman warga tersebut diduga berasal dari korsleting listrik dari salah satu rumah warga.

Adapun kebakaran terjadi pada Selasa (24/5/2022) sekitar pukul 11.50 WIB siang ini.

"Musibah kebakaran ini bermula dari dugaan korsleting listrik dari salah stau rumah warga sehingga sebabkan rumah lain terimbas," kata Sidik kepada wartawan, Selasa (24/5/2022).

Selanjutnya, kata Sidik, akibat kebakaran tersebut puluhan kartu keluarga yang terdapat di pemukiman tersebut menjadi korban kebakaran. Namun, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka pada kebakaran tersebut.

"Adapun jumlah rumah atau pun kontrakan ini kurang lebih ada 30 rumah tinggal terdiri dari kurang lebih 50 KK ya kalau kita estimasi ada 150 jiwa," ucap Sidik.

Nantinya, para korban kebakaran yang rumahnya hangus dilahap si jago merah akan di ungsikan di balai RW setempat dan masjid Al - Huda Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Penanganan terhadap korban kebakaran ini kami tampung di balai  RW, kebetulan memang persis tidak jauh dari lokasi kebakaran," tuturnya.

Sidik mengatakan, setelah insiden kebakaran ini, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan Sudinsos Jakarta Selatan untuk meminta bantuan untuk para korban kebakaran ini.

"Koordinasi dengan sudinsos yang telah kita ajukan permintaan tenda serta akomodasi lain. Insya allah sebentar lagi ada tenda kami pasang untuk menjamin warga2 yang akan tinggal sementara," tutup Sidik.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar