Usai Ditampar, Pengemudi Yaris Ngaku Hidupnya gak Tenang 

Selasa, 24 Mei 2022 11:11 WIB

Share
Usai Ditampar, Pengemudi Yaris Ngaku Hidupnya gak Tenang 
Cekcok antara pengemudi arogan Pajero dan pengemudi Yaris. Foto: Tangkapan Layar

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pengemudi mobil Yaris, Yohanes Aditya Susanto mengaku hidupnya menjadi tidak tenang usai terlibat cekcok dengan pengendara arogan Pajero di Gerbang Tol (GT) Tomang, Jakarta Barat, pada Minggu (22/5/2022) lalu.
 
Yohanes mengatakan, psikologisnya sempat terganggu, dan merasa takut saat kembali mengemudikan mobilnya pascainsiden.

"Dampak yang saya rasain itu lebih ke psikis sih. Jadi pas setelah kejadian itu, saya nyetir pun nggak tenang. Saya ngerasa takut, tegang, seperti itu yang saya rasain," ujar Yohanes, Selasa (24/5/2022).

Terkait dengan tindakan penamparan, jelas dia, sebenarnya hal itu tak ingin dia permasalahkan lebih jauh. Sebab menurutnya, pelaku memang menyentuhnya, namun tidak melakukan penamparan seperti yang ramai menjadi perbincangan publik.

"Jadi sebenarnya kalau bahasa dari video yang bilang ditampar itu rasanya terlalu keras. Tetapi, kalau dibilang 'noel' pun enggak sih, karena saat itu memang berasa sakit kalau harus dibilang sakit. Tetapi sakit sesaat saja," ungkapnya.

"Sakit sudah pasti, tapi hanya sesaat dan gak sampai berbekas kok," tukas dia.

Sementara itu, Kuasa hukum pengemudi mobil Pajero, Michael R Pardede membantah, bahwa kliennya itu melakukan aksi penamparan terhadap Yohanes.

"Saya klarifikasi, yang namanya penamparan itu tidak ada, yang ada 'menoel'. Tadi kita juga kasih keterangan di wawancara kepolisian itu hanya 'menoel'," kata Michael dalam keterangannya, Selasa (24/5/2022).

Lanjut dia, kliennya pada saat itu mungkin saja tengah diselimuti oleh emosi sehingga tak mampu untuk berpikir jernih dan menahan diri agar tidak menyentuh tubuh korban.

"Saya pastikan tidak ada yang namanya penamparan, itu hanya emosi sesaat. Namanya juga masih jiwa muda di bawah 30. Kan terlapornya ini berusia 28 dan pelapornya juga di bawah 30 usianya. Mungkin jiwanya sedikit emosi pada saat itu. Tolong diklarifikasi lah, hanya ada 'penoelan bukan penamparan," jelasnya.

Dia menerangkan, terkait dengan aksi menarik kerah korban yang dilakukan oleh kliennya itu pun, bisa terjadi lantaran adanya kesalahpahaman saja.

Halaman
Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar