Luhut Binsar Ditunjuk Urus Minyak Goreng, Komisi VI DPR: Tidak Tepat, Bebannya Sudah Menumpuk 

Rabu, 25 Mei 2022 10:38 WIB

Share
Menko Luhut Binsar Panjaitan. (ist)
Menko Luhut Binsar Panjaitan. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Penunjukan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan untuk mengurusi kelangkaan minyak goreng dinilai tidak tepat.

Anggota Komisi VI DPR Deddy Yevri Sitorus pun mempertanyakan tugas baru Luhut tersebut.

Sebab kata Deddy, saat ini tugas Luhut sudah banyak, dan kenapa kembali diserahkan tugas mengambil alih pekerjaan Menko Ekuin, Menteri Perdagangan, dan Menteri Perindustrian.

"Selain menambah beban kerja LBP yang sudah menumpuk, penunjukkan itu juga dari sisi waktu hanya akan membuat Luhut seperti satu-satunya solusi pemerintahan, dan berpotensi menimbulkan disharmoni dalam kabinet,” kata Deddy saat dihubungi, Rabu  (25/5/2022).

Politisi PDIP ini menilai, penunjukkan LBP berpotensi melahirkan isu konflik kepentingan.

Karena, Luhut dikenal dekat dengan figur-figur yang saat ini bermasalah hukum dalam kasus minyak goreng.

Sedikit banyak hal ini akan menimbulkan rumors negatif dalam penyelesaian kasus hukum yang sedang berjalan.

Deddy memaparkan, hal itu justru akan menjadi kontraproduktif, karena Luhut dipersepsikan sebagai bagian dari masalah.

Deddy menilai, nama LBP terlalu sering dikait-kaitkan dengan konflik kepentingan dalam urusan kebijakan yang ditangani.

"Sebut saja ketika menjadi komandan penanganan masalah pandemi COVID-19, muncul isu bisnis antigen dan PCR yang bikin heboh " kata Deddy. (Rizal)
 

Reporter: Muhidin
Editor: Muhidin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar