Subsidi Minyak Goreng Curah Dicabut, Tukang Gorengan Bisa Bangkrut

Kamis, 26 Mei 2022 21:59 WIB

Share
Diki (28) pedagang cakwe dan kue bantal di kawasan Palmerah, Jakarta Barat sangat berharap agar subsidi minyak goreng curah tidak dicabut. (Foto: Pandi)
Diki (28) pedagang cakwe dan kue bantal di kawasan Palmerah, Jakarta Barat sangat berharap agar subsidi minyak goreng curah tidak dicabut. (Foto: Pandi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pedagang gorengan di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, mengeluhkan atas keputusan pemerintah mencabut subsidi minyak goreng (migor) curah per 31 Mei 2022.

Diki (28) pedagang gorengan cakwe dan kue bantal mengatakan keputusan tersebut tentunya sangat memberikan dampak yang tidak baik kepada dirinya sebagai pedagang gorengan.

Dia khawatir keputusan pemerintah tersebut nantinya akan berdampak kepada kenaikan harga migor curah. Padahal menurutnya, migor curah saat ini masih terbilang mahal.

"Harga subsidi aja masih mahal ya, saya beli per liter itu Rp 18b ribu. Kalau gak subsidi berarti kemungkinan akan naik harganya. Itu bikin berat saya sebagai pedagang," ujarnya saat ditemui, Kamis (26/5/2022).

Namun demikian, Diki mengatakan jika nantinya harga migor curah naik, maka mau tidak mau dia harus menaikkan harga jual gorengannya tersebut.

Hal itu dilakukan agar dirinya tidak mengalami kerugian. Sebab sejauh ini dia juga mengklaim bahwa sudah sepi pembeli sejak pandemi Covid-19 melanda.

"Ya mau gak mau dinaikkin harga. Sekarang saya jual satu gorengan ini Rp 2 ribu, mungkin naikin 500 perak jadi Rp2.500," paparnya.

Migor curah yang dia pakai itupun nantinya akan semaksimalkan mungkin dipakai agar tidak boros, yaitu dengan cara mengurangi minyak yang dipakai di penggorengan.

"Biasanya saya pakai satu penggorengan ini 3 liter, nah paling saya kurangin jadi 2,5 liter. Mau gak mau harus begitu, kalo emang naik harganya," bebernya.

Meski begitu, namun Diki berharap agar pemerintah dapat melihat ke bawah dan memikirkan nasib para pedagang yang memang bergantung kepada migor dalam usahanya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar