Tak Dipenjara, Cuma Tahanan Kota, Pengusaha Alkes Perkosa Anak Tiri Tetap Divonis Hukuman 8 Tahun Bui, Denda 100 Juta

Jumat, 27 Mei 2022 15:45 WIB

Share
Tak Dipenjara, Cuma Tahanan Kota, Pengusaha Alkes Perkosa Anak Tiri Tetap Divonis Hukuman 8 Tahun Bui, Denda 100 Juta
Pengusaha ini jadi pelaku perkosaan anak tiri sudah divonis 8 tahun penjara tapi tak pernah merasakan jeruji besi.(Foto: M. Iqbal)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Terdakwa pemerkosa anak tiri yang berusia 13 tahun di Kota Tangerang, RMS gagal mendapat pengurangan masa tahanan. Banding yang diajukan pengusaha Alat Kesehatan (Alkes) ini tak dikabulkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Banten.

Dia tetap dihukum sesuai dengan vonis yang telah dijatuhkan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang Klas 1 A. 

Diketahui Majelis Hakim, Arif Budi Cahyono menjatuhi RMS dengan hukuman penjara selama 8 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 2 bulan. Vonis ini lebih tinggi dari tuntutan jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang yakni 7 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 2 bulan.

Humas PT Banten, Binsar Gultom mengatakan, sidang banding RMS dengan nomor  42/Pid.sus/2022/PT BTN telah diputuskan pada Selasa (26/4/2022) lalu oleh Ketua Majelis Hakim, Imanuel Sembiring. Menurut dia banding tersebut diajukan oleh penasehat hukum terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang.

"Jadi dua-duanya ini ngajuin banding. Baik dari penasehat hukum terdakwa maupun dari jaksa," ujarnya, Jumat, (27/5/2022).

Ada lima poin dalam putusan banding tersebut. Di antaranya, menerima permintaan banding dari pembanding penasehat hukum terdakwa dan JPU dari Kejari Kota Tangerang. Lalu, Menguatkan putusan PN Tangerang Klas 1 A tanggal 16 Maret 2022 nomor 1582/Pid.sus/2021/PN TNG yang dimintakan banding tersebut.

"Vonis Pidana penjara waktu di PN Tangerang itu 8 tahun pidana denda 100 juta subsider 2 bulan penjara. Itu yang dikuatkan oleh putusan banding Pengadilan Tinggi Banten," kata Binsar.

"Permintaan dengan naik banding memang si pihak terdakwa kan bisa dikurangikan (kurangi masa tahanan) gitu. Tapi ternyata PT Banten tetap mempersamakan hukuman oleh PN Tangerang 8 tahun. Jadi mempertegas. Tapi adapun hak dari terdakwa untuk naik kasasi. Ini penting sekali kasasi atau tidak," jelas Binsar.

Kemudian, menetapkan masa tahanan yang telah dijalani oleh terdakwa di kurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan terhadap dirinya. Menetapkan terdakwa tetap dalam tahanan. Serta, Membebani terdakwa untuk membayar biaya perkara di tingkat banding sebesar Rp 5000.

Namun demikian, Binsar tak mengetahui keputusan inkrah dari kasus tersebut. Sebab, masih ada sidang kasasi. Dimana, Binsar pun tak mengetahui apakah RMS mengajukan kasasi atau tidak.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar